Jumat 17 Januari 2020, 16:43 WIB

Angka Kelahiran Tiongkok Turun ke Level Terendah

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Angka Kelahiran Tiongkok Turun ke Level Terendah

AFP
Angka kelahiran Tiongkok jatuh ke level terendah sejak terbentuknya negara 70 tahun yang lalu.

 

TINGKAT kelahiran Tiongkok jatuh ke level terendah sejak terbentuknya negara 70 tahun yang lalu. Sekalipun terdapat pelonggaran kebijakan satu anak.

Biro Statistik Nasional menyatakan tingkat kelahiran dilaporkan berada pada level 10,48 per seribu pada 2019, atau terendah sejak 1949. Adapun jumlah bayi yang lahir pada 2019 turun 580 ribu menjadi 14,65 juta jiwa.

Tingkat kelahiran di Negara Tirai Bambu turun selama bertahun-tahun, sehingga menjadi tantangan bagi ekonomi terbesar kedua dunia. Kendati demikian, tingkat populasi Tiongkok tercatat naik dari 1,39 miliar jiwa per 2018 menjadi 1,4 miliar jiwa per 2019.

Penurunan angka kelahiran meningkatkan kekhawatiran "bom waktu demografis", yaitu populasi usia kerja yang lebih kecil mendukung populasi yang lebih besar dan pensiunan.

Pada 1979, pemerintah Tiongkok memperkenalkan "kebijakan satu anak" di seluruh negeri untuk memperlambat pertumbuhan populasi. Keluarga yang melanggar aturan menghadapi denda, kehilangan pekerjaan, dan terkadang aborsi paksa.

Tetapi kebijakan itu dipersalahkan atas ketidakseimbangan gender yang parah. Jumlah pria lebih banyak dari jumlah perempuan, lebih dari 30 juta jiwa pada 2019. Sebelumnya, pada 2015 pemerintah mengakhiri kebijakan satu anak yang memungkinkan pasangan memiliki dua anak. Namun, reformasi itu gagal membalikkan angka kelahiran yang menurun.(BBC/OL-12)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More