Jumat 17 Januari 2020, 16:23 WIB

Cerita Sopir yang Jadi Direktur di Kasus Korupsi Wawan

Abdillah Muhammad Marzuqi | Politik dan Hukum
Cerita Sopir yang Jadi Direktur di Kasus Korupsi Wawan

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Terdakwa kasus korupsi pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten Tubagus Chaeri Wardana (Wawan)

 

PERKENALAN dengan Dadang Prihajatna mengubah status Yusuf Supriadi. Mulanya, ia dipekerjakan sebagai sopir sejak 2008, namun beberapa lama tercatat sebagai Direktur PT Adca Mandiri.

"Saya dikasih pekerjaan karena kenal Pak Dadang dan adiknya. Bisa nyupir enggak? Bisa, ikut lah saya nyupir (jadi supir)," ujar Yusuf.

"Saya ditunjuk sebagai direktur, Pak," lanjut Yusuf dalam sidang terdakwa Wawan di Pengadilan Tipikor Jakarta (17/1).

Yusuf Supriadi adalah pihak swasta yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dalam kasus korupsi pengadaan alat kedokteran rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada APBD dan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2012 yang merugikan keuangan negara sebesar Rp79,789 miliar.

Baca juga: Pejabat di Banten Harus Loyal ke Wawan

Dari Dadang juga, Yusuf tahu pemilik PT Bali Pacific Pragama (PT BPP) adalah Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Yusuf pun diminta mendirikan perusahaan bernama PT Adca Mandiri yang semuanya dibiayai oleh Dadang.

"Biaya pembukaan perusahaannya dibiayai Pak Dadang. Alamatnya juga ditentukan Pak Dadang," tambah Yusuf.

Dengan jabatan direktur, Yusuf lalu disuruh mengikuti lelang alat kesehatan (Alkes) di Banten dan Tangerang Selatan (Tangsel). Ia juga tercatat sebagai orang yang menandatangani dokumen berkaitan dengan kontrak.

"Setahu saya, saya cuma disuruh ikut lelang di Alkes, Pak, di Banten. Sama di Tangsel pernah," ungkapnya.

Untuk diketahui, Wawan juga didakwa merugikan keuangan negara sekitar Rp14,52 miliar dalam pengadaan alat kesehatan (Alkes) kedokteran umum Puskesmas Kota Tangerang Selatan Tahun Anggaran 2012.

Sedangkan, Dadang Prijatna merupakan terpidana kasus Pengadaan Alkes Kedokteran Umum Puskesmas Kota Tangerang Selatan APBD-P TA 2012.(OL-5)

Baca Juga

Ilustrasi

Masa WFH ASN Diperpanjang Hingga Tiga Pekan Kedepan

👤Faustinus Nua 🕔Senin 30 Maret 2020, 15:09 WIB
Kemen PAN-RB) resmi mengeluarkan surat edaran (SE) terkait perpanjangan masa kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi...
Dok MI/ROMMY PUJIANTO

KPK Diminta Transparan Seleksi Deputi Penindakan

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 30 Maret 2020, 14:41 WIB
Sejak awal Maret 2020, serangkaian proses seleksi enam jabatan struktural yang dilakukan KPK dinilai terkesan berjalan...
ANTARA/FAUZAN

Darurat Covid-19, Hakim Diminta Maksimalkan Hukuman Non-Penjara

👤Dwi Tupani 🕔Senin 30 Maret 2020, 14:32 WIB
Kondisi overcrowding dan penyebaran covid-19 menyebabkan Rutan/Lapas bukan lagi menjadi tempat yang aman untuk pelaksanaan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya