Jumat 17 Januari 2020, 11:00 WIB

Dianggap tidak Layak Standar, Ini Penjelasan Dirut RSUD

Gana Buana | Megapolitan
Dianggap tidak Layak Standar, Ini Penjelasan Dirut RSUD

Mi/Gana Buana
RSUD Bekasi

 

RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi disebut sebagai salah satu rumah sakit yang punya standar yang tidak layak. Hal itu ditemukan oleh Ombudsman Republik Indonesia saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) untuk melihat kesigapan instansi pemerintah di Jabodetabek, beberapa waktu lalu.

Dalam keterangan Ombudsman, RSUD Kota Bekasi disebut tidak memiliki ruang pediatric intesive care unit (PICU) untuk anak.

Bahkan, di sana tidak disediakan baju pasien anak dan masih ditemukan selimut pribadi yang digunakan pasien.

Baca juga: Aktifkan Lagi Aplikasi Pantau Banjir

Direktur Utama RSUD dr Chasbullah Kota Bekasi Kusnanto Saidi menyampaikan RSUD Kota Bekasi sudah memiliki ruang PICU sendiri sejak lama. Bahkan, di ruang tersebut sudah tersedia sebanyak tujuh tempat tidur pasien.

“PICU dan NICU ada. Sudah ada tujuh bed, NICU ada 20 bed,” kata Kusnanto pada Media Indonesia, Jumat (17/1).

Kusnanto mengatakan, sudah lama Kota Bekasi terbebas dari angka kematian ibu dan bayi yang tinggi. Hal itu didapat lantaran pemerintah amat memperhatikan perawatan pertama pada ibu dan bayi di seluruh faskes yang ada.

“Kita angka kematian ibu dan bayi turun. Jadi ini kan indikator bahwa pelayanan terhadap ibu dan bayi juga diutamakan,” jelas Kusnanto.

Selain itu, lanjut dia, Ia mengaku beberapa waktu lalu pihak Ombudsman pernah melakukan Sidak ke instansi yang Ia pimpin pada saat libur Natal 2019. Mereka memang mendapati seorang pasien anak menggunakan selimut mereka saat dirawat di RSUD.

“Namanya anak kecil, lebih nyaman pakai punya sendiri ya silahkan. Tapi kalau rumah sakit kita sediakan selimut khusus bahkan dicuci steril setiap ganti pasien,” tandas dia. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More