Jumat 17 Januari 2020, 10:30 WIB

Bahas Pengentasan Radikalisme, GP Anshor Terima PDIP

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Bahas Pengentasan Radikalisme, GP Anshor Terima PDIP

Mi/Cahya Mulyana
Ketua Umum GP Ansor Gus Yaqut menerima lawatan Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto di kantor DPP GP Ansor, Jakarta, Kamis (16/1).

 

GERAKAN Pemuda (GP) Ansor menerima kujungan DPP PDIP dalam rangka diskusi mengenai pengentasan radikalisme. Hal itu juga bertujuan menyudahi praktik adu domba pihak tertentu terhadap kaum nasionalis dengan agama.

"Ini sebagai konsolidasi kami karena kami punya prinsip yang sama soal kebangsaan. Diharapkan pertemuan ini membawa hasil yang positif untuk bangsa," kata Ketua Umum GP Ansor Gus Yaqut kepada wartawan di Kantor DPP GP Ansor, Jakarta, Kamis (16/1) petang.

Menurutnya, kunjungan PDIP ke DPP GP Ansor merupakan kunjujgan yang sangat istimewa. Selain memberi ilmu, juga memberikan wawasan tentang membangun peradaban ketika di zaman Bung Karno.

"Saya ingat tentang sejarah, dimana kami membangun kembali peradaban yang sudah diimulai sejak zaman Bung Karno. Kerja samanya bisa macam-macam yang bermanfaat bagi umat manusia," kata dia.

Baca juga: KPK Sebut Suap, PDIP Menduga Pemerasan

Sementara di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP.

Pertemuan itu diharapkan bisa membuahkan hasil terutama mengenai permasalahan Bangsa Indonesia terhadap radikalisme.

Terlebih, PDIP dan GP Ansor merupakan organisasi yang memiliki prinsip yang sama mengenai masalah bangsa seperti radikalisme.

"Jadi ini adalah silaturhami, dan merupakan tindaklanjut dari tugas kepartaian dari hasil Rakornas yang baru selesai dilaksanakan," kata Hasto.

Ia juga mengatakan pertemuan ini bisa menghentikan kelompok-kelompok yang sengaja mengadu domba antara kaum nasionalis dengan agama.

"Kita pastikan itu tidak terjadi. Islam dibenturkan dengan Pancasila. Kerja samanya kan konkret. Kaderisasi kepemimpinan untuk kaum muda," pungkasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More