Jumat 17 Januari 2020, 08:46 WIB

Warga Demo Anies, PKS: Banjir Jakarta Juga Tanggung Jawab Pusat

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Warga Demo Anies, PKS: Banjir Jakarta Juga Tanggung Jawab Pusat

MI/ANDRI WIDIYANTO
Masa aksi dari Kontra Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggelar aksi di sekitaran Patung Kuda, Jakarta, Selasa (14/1).

 

ANGGOTA Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi menegaskan tidak kontra pada para warga yang melakukan aksi demonstrasi menentang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Senin (13/1) lalu.

Suhaimi menyebut demonstrasi adalah bagian dari hak demokrasi warga. Seluruh warga dipersilahkan menyatakan aspirasi dan pendapat mereka di muka umum dan dijamin konstitusi.

"Demo hak masyarakat untuk sampaikan pendapat. Jadi boleh-boleh saja demo baik dukung atau kontra asalkan tertib sesuai dengan aturan. Jangan merusak, menganggu fasilitas umum. Demo bagian dari hak masyarakat di alam demokrasi," kata Suhaimi di Jakarta, Kamis (16/1) malam.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu juga menegaskan Anies telah bekerja secara maksimal dalam upaya mencegah banjir.

Baca juga: Aktifkan Lagi Aplikasi Pantau Banjir

Program pengendalian banjir, menurut Suhaimi, sudah dilakukan sebelum musim hujan. Penanganan banjir pun disebut sudah maksimal karena air lekas surut. Namun, ia menegaskan tetap ada hal yang harus dievaluasi

"Misalnya pascabanjir dalam sekian waktu segera selesai. Bisa dipercepat lagi berarti harus tambah pasukan, banyak libatkan masyarakat, tambah alat-alat," ungkapnya.

Meski demikian, banjir Jakarta, menurutnya, bukan hanya harus ditangani Pemprov DKI tetapi juga pemerintah pusat.

Pasalnya, hulu dari 13 sungai di Jakarta berasal dari wilayah lain. Pengendalian banjir pun akhirnya harus melibatkan koordinasi antardaerah yang kewenangannya ada di pemerintah pusat.

"Nah, tapi kan banjir bukan tanggung jawab DKI saja, termasuk tanggung jawab nasional. Karena banjir datangnya bukan dari Jakarta. Yang koordinasikan Bogor, Depok mestinya pemerintah pusat," tandasnya.

Ia pun menilai koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah harus diperkuat. Para pakar juga harus dilibatkan demi mengentaskan banjir yang telah menjadi bencana tahunan ini.

Sebelumnya, dua kelompok warga melakukan demo menuntut Anies Baswedan melakukan program pengendalian banjir secara serius.

Demo yang dilakukan di Balai Kota DKI, Senin (13/1) lalu oleh kader PDIP Dewi Tanjung serta aktivis Abu Janda menyebut Anies selama ini kurang serius dan hanya mementingkan pencitraan. (OL-2)

Baca Juga

Ilustrasi

Satu Spesialis Curanmor di Jakarta Timur, Tewas Ditembak

👤Rahmatul Fajri 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 16:16 WIB
Polisi tangkap empat orang yang merupakan kelompok spesialis pencurian kendaraan bermotor yang beroperasi wilayah Jakarta...
MI/Rudi Kurniawansyah

Hari Sumpah Pemuda, Kapolri Ajak Bersatu Melawan Covid-19

👤Siti Yona Hukmana 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 15:35 WIB
"Mari bergandeng tangan bersatu dan bangkit bersama membantu Indonesia keluar dari lubang jarum pandemi covid-19," kata Kapolri...
MI/Ramdani

Libur Panjang, Anies Wanti-wanti Munculnya Klaster Keluarga

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 14:42 WIB
Di masa liburan interaksi masyarakat biasanya lebih intensif. Saling mengunjungi atau berpergian saat liburan menjadi hal yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya