Jumat 17 Januari 2020, 08:00 WIB

Polisi Ungkap Raja Keraton Agung Sejagat Punya Utang Rp1,3 Miliar

Yurike Budiman | Nusantara
Polisi Ungkap Raja Keraton Agung Sejagat Punya Utang Rp1,3 Miliar

ANTARA/Immanuel Citra Senjaya
Totok Santosa (kelima kiri) dan Fanni Aminadia (ketiga kiri), saat konferensi pers di Mapolda Jateng, Semarang.

 

KAPOLRES Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengungkapkan Raja Keraton Agung Sejagat Totok Santoso kabur dari Ancol, Jakarta Utara, setelah memiliki utang hingga Rp1,3 miliar.

"Tersangka pernah melakukan peminjaman atau utang ke bank yang saat itu diketahui Ketua RT maupun RW. Berdasarkan keterangan, sekitar Rp1,3 miliar. Dan Totok ini kabur meninggalkan lokasi tempat tinggalnya (di sekitar Ancol)," kata Budhi, di Polres Jakarta Utara, Kamis (16/1).

Bahkan, saat hendak kabur, Totok sempat meminta surat pindah pada Ketua RT 012/RW 005, Kelurahan Ancol. Diketahui, Totok sempat tinggal di sebuah kontrakan semipermanen di bantaran rel kereta, tidak jauh dari Stasiun Kampung Bandan, Jakarta Utara.

Baca juga: Polisi Mesti Hati-hati Tangani Kasus Keraton Agung Sejagat

"Memang, saat itu, ketua RT sempat dimintai surat pindah (oleh tersangka) tapi ketua RT tidak memberi surat pindah, mengingat beliau tahu dan pernah didatangi pihak bank yang ingin menagih utang kepada Totok," ujarnya.

Kombes Budhi menerangkan peminjaman uang tersebut dilakukan Totok dengan menggadaikan sebuah ruko. Namun, perihal ruko milik siapa dan kronologis peminjaman surat ruko itulah, polisi belum menjelaskan lebih detil.

"Jaminannya ruko, (milik siapa) nah ini yang sedang kami telusuri karena kami sendiri baru melakukan penyelidikan setelah kejadian ini. Rukonya ada di daerah Jakarta Barat," papar Budhi.

Terkait utang piutang tersangka yang kini ditahan Polda Jawa Tengah, polisi akan menindaklanjuti kasus tersebut jika terindikasi melakukan penipuan juga di Jakarta.

"Kalau memang ada dugaan tindak pidana ya tentunya kami akan merespon laporan dari pihak bank yang mungkin menjadi korban penipuan atau penggelapan terhadap Totok," pungkasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Top Tags

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More