Jumat 17 Januari 2020, 03:50 WIB

Pertamina dan ADNOC Kerja Sama di Kilang Balongan

(Hld/E-1) | Ekonomi
Pertamina dan ADNOC Kerja Sama di Kilang Balongan

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) bersama Putra Mahkota Abu Dhabi Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan (kedua kiri)

 

PT Pertamina dan perusahaan minyak nasional Abu Dhabi, ADNOC, bersepakat menjalin kerja sama untuk menggali lebih lanjut potensi pengembangan Kompleks Kilang Terintegrasi Petrokimia di Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pertamina dan ADNOC dilakukan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), pada Minggu (12/1).

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyatakan MoU itu merupakan tindak lanjut dari kesepakatan comprehensive strategic framework (CSF) yang telah ditandatangani kedua belah pihak pada Juli 2019.

MoU dilakukan untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak dan gas, baik di UEA, Indonesia, maupun internasional.

Lebih lanjut Nicke menjelaskan, sebagai hasil diskusi intensif tersebut, Pertamina dan ADNOC berhasil meningkatkan kesepakatan ke arah yang lebih strategis dan spesifik. Di antaranya, untuk mengevaluasi potensi pengembangan crude to petrochemicals complex di Balongan.

Sebagai langkah awal, kedua belah pihak akan mempelajari dan mendalami usulan struktur bisnis dan konfigurasi teknis atas pengembangan kilang tersebut.

"Pertamina membuka diri untuk strategic partnership. Potensi kolaborasi dengan ADNOC akan memperkuat langkah bisnis Pertamina, khususnya dalam mengoptimalkan pengembangan kilang petrokimia di Balongan sehingga nantinya dapat menghasilkan produk yang bernilai tinggi serta memenuhi permintaan produk petrokimia dalam dan luar negeri, terutama polyolefin," ujar Nicke dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Dalam kesempatan yang sama, Pertamina dan ADNOC juga menandatangani perjanjian pasokan elpiji.

Pada tahun ini ADNOC akan menyediakan elpiji sampai dengan 528.000 metrik ton untuk Pertamina dalam rangka mengamankan kebutuhan elpiji dalam negeri.

"Transaksi ini juga efektif karena sumbernya langsung dari produsen," ujar Nicke.

Sebagai informasi, ADNOC dikenal sebagai salah satu produsen elpiji terbesar di dunia dengan kapasitas lebih dari 10 juta metrik ton per tahun. (Hld/E-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More