Kamis 16 Januari 2020, 21:24 WIB

Anoa dan Babi Rusa Sulawesi Diambang Kepunahan

M Taufan SP Bustan | Humaniora
Anoa dan Babi Rusa Sulawesi Diambang Kepunahan

Antara
Anoa di Manado

 

POPULASI Anoa dan Babi Rusa terus mengalami penyusutan di Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BB TNLL). Bahkan, berdasarkan hasil monitoring 2018 - 2020, menunjukkan jumlah dua satwa dilindungi itu di ambang kepunahan.  

Kepala BB TNLL Jusman menjelaskan, Anoa dan Babi Rusa merupakan satwa yang prioritas untuk dijaga perkembangannya di BB TNLL.  

Namun, berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan BB TNLL sejak 2013, menunjukkan jumlah Anoa mengalami penurunan sangat signifikan.  

Di mana, lanjut Jusman, pada 2013 jumlah Anoa masih terdata 77 ekor. Namun, pada 2018 jumlahnya tinggal 10 ekor.  

Sedangkan Babi Rusa, kata Jusman, jumlahnya juga sudah sangat memprihatinkan. Pasalnya, hasil monitoring menunjukkan populasinya
tinggal 41 ekor dari jumlah sebelumnya 74 ekor pada 2013.  

"Ini data kami 2018. Karena hasil monitoring itu berlaku selama dua tahun. Nah, hasıl monitoring ini memang sangat memprihatinkan,"
terangnya di Palu, Kamis (16/1).  

Semakin menyusutnya populasi Anoa dan Babi Rusa di BB TNLL disebabkan karena tingginya aksi perburuan liar yang dilakukan warga.  

Hal tersebut terbukti, setelah banyak ditemukan jerat Anoa dan Babi Rusa di kawasan BB TNLL.  

"Selain itu juga memang banyak Anoa atau Babi Rusa yang mati sendiri. Tapi itu alasan kecil saja, karena aksi perburuan itu sangat tinggi,"
ungkap Jusman.  

Tingginya perburuan yang dilakukan warga yang bermukim di sekitar BB TNLL, bukan karena warga yang tidak tahu kalau dua satwa tersebut
dilindungi.

Melainkan,  banyak warga yang sudah mengetahui hal tersebut, namun tetap melakukan perburuan.  

"Ini menjadi tantangan kami. Makanya perlu terus digencarkan sosialisasi dan penyuluhan untuk warga yang bermukim di wilayah BB TNLL," tegas Jusman.  

Saat ini, BB TNLL diperkuat 12 resort. Di mana 12 resort tersebut bertugas untuk menjaga BB TNLL.  

Selain berjaga melalui resort juga dilakukan patroli yang melibatkan masyarakat sekitar.  

"Jadi patroli ditingkankan dan setiap resort minimal satu kali melakukan piket," ungkapya.  

Jusman menjelaskan, ada banyak faktor untuk kembali meningkatkan jumlahnya populasi Anoa dan Babi Rusa.  

Salah satunya dengan membuat penangkaran khusus, namun hal tersebut, tambah Jusman, perlu data persetujuan negara.  

"Termasuk menggencarkan sosialisa, itu juga sangat penting," tandasnya. (OL-11)

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Gugus Tugas Covid-19: Perkuat Disiplin Protokol Kesehatan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 06 Juli 2020, 19:49 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyampaikan bahwa disiplin menjadi indikasi terhadap dampak terjadinya...
ANTARA/PUSPA PERWITASARI

Perempuan Kurang Melek Teknologi

👤Ihfa Firdausya 🕔Senin 06 Juli 2020, 19:40 WIB
Penelitian lembaga We Are Social menunjukkan kecenderungan perempuan yang tidak terlalu aktif dalam mengakses informasi melalui...
ANTARA/Aprillio Akbar

Menteri Siti Optimistis Capai Target Penurunan Emisi GRK 26%

👤Ferdian Ananda M 🕔Senin 06 Juli 2020, 19:15 WIB
Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar mengatakan optimistis dengan kerja keras target GRK sebesar 26% tercapai tahun...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya