Kamis 16 Januari 2020, 20:40 WIB

Lalu Lintas Pantura Pati Tersendat akibat Banjir Luapan Kaliampo

Haryanto | Nusantara
Lalu Lintas Pantura Pati Tersendat akibat Banjir Luapan Kaliampo

Dok. MI
Lalu Lintas Pantura Pati Tersendat akibat Banjir Luapan Kaliampo

 

ARUS lalu lintas di Jalur Pantura Pati, Jawa Tengah, tersendat akibat banjir bandang menggenangi jalur tersebut di kilometer 9 Kecamatan Margorejo dengan ketinggian air bervariasi, Kamis (16/1).
 
Banjir bandang mengakibatkan kendaraan yang melintas harus dengan kecepatan rendah. Antrean kendaraan hingga dua kilometer dari arah Kudus maupun Surabaya terlihat di sepanjang Jalan Pati-Kudus karena jalan tergenang air.
 
Personel Polres Pati yang diterjunkan di lokasi banjir berupaya mengatur arus lalu lintas dari arah Kudus maupun Surabaya dengan memberikan aba-aba untuk melambat kendaraan serta hati-hati, terutama kendaraan roda dua karena banyak yang melintas di tepi jalan dan diperkirakan ada lubang tidak terlihat karena tergenang air.
 
Wakil Kepala Polres Pati, Komisaris Pol I Wayan Tudy, mengungkapkan, jajarannya diterjunkan ke lokasi banjir sejak mendapatkan informasi banjir, mengingat jalan juga tergenang.
 

Baca juga: Banjir Surabaya Disebut akibat Proyek Saluran Air belum Tuntas


Banjir di Desa Bumirejo, Kecamatan Margorejo itu, kata dia, karena Sungai Kaliampo tidak mampu menampung arus air. Luapan air sungai tersebut hingga Jalur Pantura Pati-Kudus. Untuk itu, kata dia, semua kendaraan yang melintasi jalur tersebut diminta mengurangi kecepatan menyusul mengalirnya air di sepanjang jalan.
 
Akibat kejadian tersebut, terjadi perlambatan arus lalu lintas sepanjang 2 kilometer dari arah Surabaya maupun Kudus.
    
Agus, salah seorang pemilik bengkel di Desa Bumirejo, mengungkapkan, banjir bandang terjadi sejak pukul 15.00 WIB. Bengkel miliknya juga ikut terdampak karena luapan air Sungai Kaliampo yang ke areal persawahan, akhirnya masuk tempat usahanya itu dan merusak lantai bengkel.
 
"Ini kejadian paling parah sejak dua tahun terakhir, menyusul adanya sumbatan pada saluran air serta adanya pabrik sehingga air terkonsentrasi di titik tertentu," ujarnya.
 
Banjir bandang sebelumnya, kata dia, tidak mengakibatkan lantai bengkelnya rusak. (Ant/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More