Kamis 16 Januari 2020, 21:50 WIB

Pengamat: Jangan Perkeruh Situasi Politik Dalam Negeri

Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Pengamat: Jangan Perkeruh Situasi Politik Dalam Negeri

ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Sejumlah pekerja meyelesaikan pembuatan pakaian di pabrik garmen PT Citra Abadi Sejati, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/9/2019)

 

PENGAMAT intelijen, Ngasiman Djoyonegoro menilai pernyataan Panglima TNI, Jenderal (TNI) Hadi Tjahjanyo soal salah satu kandidat dalam pemilihan Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) sebagai hal yang wajar. Sebab hal itu diungkapkannya sebagai seorang individu yang saling mengenal.

Karena itu, dia meminta semua pihak tidak perlu lagi mempolitisasi masalah tersebut. "Saya kira itu biasa saja. Masih dalam tahap kewajaran, tidak perlu dipolitisir dan dibesar-besarkan," ujar pria yang akrab dipanggil Simon yang juga direktur eksekutif Centre of Intelligence and Strategic Studies (CISS) itu di Jakarta. Kamis (16/1).

Simon menegaskan bahwa yang menjadi persoalan adalah ketika video tersebut diframing ulang untuk tujuan politik tertentu, bahkan cenderung ada tendensi untuk menyerang figur Panglima TNI. Hal demikian tentu sangat disayangkan.

Baca juga: NasDem Segera Klarifikasi Video Dukungan Panglima TNI

“Saya kira, Panglima TNI bukan orang yang tidak tahu batas-batas kewajaran dalam memberikan komentar, testimoni atau kesaksian apapun di tengah situasi politik yang masih memanas ini,” tegas Simon.

Panglima TNI, lanjut Simon saat ini masih memiliki komitmen yang kuat dan kinerja yang mumpuni dalam mengonsolidasi pertahanan dan keamanan negara.

“Tidak mungkinlah seorang Panglima TNI mengurusi hal-hal teknis seperti itu. Apalagi sampai menggerakkan pasukan untuk menyukseskan seseorang menduduki jabatan organisasi swasta,” Kata Simon.

Simon pun berharap semua pihak yang memiliki perhatian terhadap video ini dapat berpikir jernih dan melihat konteks kejadian. Tidak menghakimi secara sepihak, apalagi turut serta memperkeruh situasi politik dalam negeri.

"Jangan mengumbar syahwat untuk menjadi pejabat publik atau menduduki jabatan tertentu di struktur pemerintahan Jokowi jilid 2 yang baru saja terbentuk," pungkasnya.

Sebelumnya sebuah video beredar terkait testimoni pernyataan Panglima TNI, Jenderal (TNI) Hadi Tjahjanyo terhadap salah satu kandidat dalam pemilihan Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API). Video tersebut menjadi ramai diperbincangkan termasuk adanya pihak-pihak yang menyudutkan Panglima TNI. (Ant/A-2)

Baca Juga

Dok.MI

Kejagung Tindak Lanjuti Investigasi TGPF Intan Jaya

👤Tri subarkah 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 17:19 WIB
Apabila hasil investigasi TGPF Intan Jaya menyangkut tindak pidana umum, maka kejaksaan akan mendukung pihak kepolisian untuk...
MI/MOHAMAD IRFAN

LPSK Siap Lindungi Saksi Kasus Tewasnya Pendeta Yeremia

👤Sri Utami 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 15:03 WIB
Saat ini permohonan yang diajukan Badan Pengurus Pusat Gereja Kemah Injil Indonesia untuk keluarga dan saksi terkait penembakan pendeta...
MI/Adam Dwi

Mantan Sekretaris MA Nurhadi tidak Ajukan Eksepsi

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 14:35 WIB
Nurhadi disidang bersama terdakwa lain, yakni Rezky Herbiyono yang juga merupakan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya