Kamis 16 Januari 2020, 19:47 WIB

Penyuap Jaksa Divonis 18 Bulan Kurungan

Ardi Teristi Hardi | Politik dan Hukum
Penyuap Jaksa Divonis 18 Bulan Kurungan

Antara
Terdakwa Gabriella Yuan Ana Kusuma

 

TERDAKWA Gabriella Yuan Ana Kusuma dijatuhi hukuman 18 bulan penjara,  karena terbukti menyuap dua jaksa dalam proyek lelang rehabilitasi saluran air hujan (SAH).

Majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor) Yogyakarta juga menghukum terdakwa denda Rp100 juta, subsider kurungan tiga bulan penjara,

"Terdakwa bersalah, melanggar ketentuan pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 jo pasal 2 Undang-undang 20/2001 jo 64 KUHP," jelas Ketua Majelis Hakim, Suryo Hendratmoko, Kamis, (16/1).

Vonis hakim lebih ringan dibanding tuntutan jaksa, yaitu pidana penjara 2 tahun dan denda Rp 150 juta subsider tiga bulan.

Gabriella sebelumnya didakwa memberikan Rp221,74 juta kepada jaksa Eka Safitra dari Kejari Yogyakarta dan jaksa Satriawan Sulaksono dari Kejari Surakarta, terkait dengan proyek saluran air hujan di jalan Supomo senilai Rp 8,3 miliar.

Kedua jaksa tersebut tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 19 Agustus 2019.

Atas putusan itu, terdakwa dan jaksa penuntut menyatakan pikir-pikir. Penasehat hukum Gabriella, Widhi Wicaksono menjelaskan, pihaknya akan berkonsultasi dengan pihak keluarga kliennya atas putusan itu.

Di pihak lain, Jaksa Penuntut, Wawan Yunarwanto menyatakan, pihaknya akan melaporkan hasil sidang kepada pimpinan KPK. Menurutnya, pertimbangan hakim dalam sidang tersebut sebagian besar sependapat dengan jaksa. (OL-11)

 

Baca Juga

DOK DPR RI

Pemerintah Harus Fasilitasi UMKM Produksi Masker Non-Medis

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 April 2020, 13:12 WIB
Menurut Aria Bima dengan adanya wabah ini, usaha kecil sudah sangat kesulitan mendulang profit sehingga membutuhkan stimulus dari...
SETPRES/RUSMAN

RS Galang Bersiap Hadapi Serbuan TKI

👤Cah/P-2 🕔Sabtu 04 April 2020, 07:25 WIB
Rumah sakit tersebut akan mempersiapkan diri menghadapi kepulangan 20 ribu tenaga kerja Indonesia dari Malaysia dan mulai beroperasi...
 Medcom.id

Omnibus Law dan RKUHP tidak Mendesak

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Sabtu 04 April 2020, 07:15 WIB
Pelaksanaan fungsi legislasi DPR bisa dilakukan dengan memastikan penyusunan naskah akademik dan naskah draf...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya