Kamis 16 Januari 2020, 19:38 WIB

KOI Bentuk Tim Ad Hoc untuk Bidding Tuan Rumah Olimpiade 2032

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga
KOI Bentuk Tim Ad Hoc untuk Bidding Tuan Rumah Olimpiade 2032

MI/Vicky Gustiawan
Ketua umum KOI Raja Sapta Oktohari

KOMITE Olimpiade Indonesia (KOI) bakal membentuk tim ad hoc untuk kelancaran proses bidding Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari menjelaskan, pengajuan tuan rumah Olimpiade membutuhkan proses yang panjang. Formulir pengajuan pun bukan hanya berisi dukungan dari sejumlah negara anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC), tapi juga dukungan IOC.

Selain itu, calon tuan rumah Olimpiade juga harus mempunyai hitungan keuntungan dari penyelenggaraan, mulai dari tiket, sponsor, kontribusi, dan penjualan merchandise. Negara penyelenggara Olimpiade tak boleh rugi.

"Karena untuk menjadi tuan rumah Olimpiade secara budget harus disusun secara rinci," ujarnya Okto kepada Media Indonesia, Kamis (16/1).

Tim ad hoc pengajuan Indonesia jadi tuan rumah olimpiade 2031 juga nantinya akan menyusun rencana agar dapat memenuhi studi kelayakan (feasibility studies) dari IOC terkait segi bisnis penyelenggaraan Olimpiade.

Baca juga ; Jojo Tegaskan Tekad Lolos ke Olimpiade 2020

“Kita lempar dulu hasil dari Swiss yang isinya itu syarat-syarat untuk menjadi negara bidding tuan rumah 2032,” tuturnya.

Untuk mendukung misi menjadi tuan rumah Olimpiade 2032, KOI juga membentuk dua tim promosi di Olimpiade Tokyo 2020. Tim Promosi itu telah dibicarakan bersama Ketua kontingen (CdM) Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Rosan Perkasa Roeslani serta Menteri pemuda dan Olahraga Zainudin Amali

Rencananya, Okto akan kedatangan tamu dari anggota IOC dan juga Presiden Senam Dunia Morinari Watanabe pada 28 Januari mendatang.

Pertemuan dengan Watanabe akan menjadi fokus Okto karena dapat mempengaruhi suara atau vote dari Jepang, negeri asal Watanabe.

“Jadi buat saya itu penting karena mempengaruhi empat suara dari Jepang, karena di Jepang punya empat suara,” ujar Okto.

Baca juga : Atlet Olimpiade 2020 akan Tidur di Tempat Tidur Kardus

Ia juga ingin Pemerintah untuk fokus memfasilitasi nomor-nomor Olimpiade. Cabor seperti gimnastik dan anggar yang belum punya venue diharapkan Okto segera difasilitasi.

“Jadi secara khusus saya minta support dari Menpora supaya bisa memfasilitasi untuk nomor anggar dan gimnastik agar punya tempat di GBK,” ucap Okto. ,

“Karena ini kan olimpik number event. Jadi, esensinya fokus kita itu adalah nomor-nomor Olimpiade di Indonesia itu perlu tempat. Dan itu juga menjadi strategi kami untuk melobi di Tokyo nanti,” tambahnya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More