Kamis 16 Januari 2020, 18:39 WIB

Usut Fitnah Kepada AKB Andi Sinjaya

Aries Wijaksena | Megapolitan
Usut Fitnah Kepada AKB Andi Sinjaya

istimewa
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni

 

WAKIL Ketua Komisi Hukum DPR RI dari Fraksi Nasdem Ahmad Sahroni mempertanyakan motif di balik penyebaran isu pemerasan AKB Andi Sinjaya terhadap Budianto yang diembuskan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane.

Sahroni mendesak Polda Metro Jaya menyelidiki lebih jauh kepentingan apa yang mendasari penyebaran fitnah tersebut, menyusul hasil pemeriksaan Propam Polda Metro Jaya yang memastikan tidak ada pemerasan Rp1 miliar yang dilakukan Andi Sinjaya terhadap Budianto.

“Propam Polda Metro Jaya sudah merampungkan pemeriksaannya dan tegas disebutkankan tidak ada pemerasan sebagai disebarluaskan Neta Pane,” kata Sahroni, Kamis (16/1).

“Oleh karenanya kepolisian harus mengungkap motif dan kepentingan apa dibalik penyebaran fitnah tersebut. Saya katakan fitnah karena hasil pemeriksaan Propam Polda Metro Jaya bertolak belakang dengan pernyataan Neta Pane,” imbuhnya.

Hal ini kata Sahroni perlu dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui secara pasti duduk persoalan kasus yang sebenarnya serta mendapat informasi yang utuh perihal kasus tersebut.

“Supaya semua terang benderang dan menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak menyebar informasi hoax kepada masyarakat. Mekanisme hukum harus berjalan secara proporsional dan profesional,” tukas Sahroni.

Sebagaimana diberitakan, hasil pemeriksaan Propam Polda Metro Jaya menyatakan tidak ada pemerasan Rp1 miliar yang dilakukan oleh AKB Andi Sinjaya sebagai Kasat Reskrim Polres Jaksel kepada pelapor Budionto. "Pemeriksaan sudah selesai dari kedua-duanya dan hasilnya tidak terbukti apa yang selama ini diisukan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Hasil itu diperoleh Propam usai memeriksa  baik Andi Sinjaya maupun Budianto. "Hasilnya kesimpulannya bahwa tidak terbukti suap," tegas Yusri.

Seperti diketahui, isu pemerasan Rp1 miliar itu pertama kali disebarkan oleh Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane yang menyebut seorang pelapor merasa diperas oleh penyidik Polres Jaksel ketika meminta penyidik segera melimpahkan berkas tersangka ke kejaksaan. Isu itu sempat mengarah ke Kasat Reskrim Polres Jaksel AKB Andi Sinjaya sebagai pelaku pemerasannya.

Budianto sendiri telah menyebut pelaku pemerasan terhadap dirinya merupakan seorang mafia kasus yang bukan dari institusi Polri. "Sebetulnya itu ndak ada (AKB Andi Sinjaya memeras, red)," kata Budianto

"Karena perkara ini sudah cukup lama, itu ada beberapa makelar kasus ya, markus yang menawarkan saya bahwa mereka dapat membantu dari atas sampai ke bawah dan membuat saya percaya," tutupnya.(A-2)

Baca Juga

ANTARA

Waspadai Banjir Kembali 1-2 Hari Ini

👤MI 🕔Senin 26 Oktober 2020, 00:10 WIB
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, kemarin dini hari, sibuk mengevakuasi warga yang menjadi korban...
Antara

14 Stadion Sepak Bola Bekasi Bakal Direvitalisasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 23:00 WIB
Pekerjaan revitalisasi stadion sepak bola itu meliputi penataan rumput dan tribun penonton hingga penambahan fasilitas serta sarana dan...
ANTARA

Pemkab Bogor Terus Lakukan Upaya Atasi Masalah Banjir

👤Dede Susianti 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 21:02 WIB
BBWS dan Kementerian PUPR diharapkan segera menyelesaikan persoalan Kali Cikeas dan Cileungsi, karena keduanya berada di Kabupaten Bogor,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya