Kamis 16 Januari 2020, 17:27 WIB

Raja Sejagat Purworejo pernah Utang Bank Rp1,3 Miliar

Tri Subarkah | Megapolitan
Raja Sejagat Purworejo pernah Utang Bank Rp1,3 Miliar

ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Batu prasasti di komplek Keraton Agung Sejagad Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Purworejo, Jawa Tengah

 

RAJA Keraton Agung Sejagad, Toto Santoso pernah meminjam uang pernah berutang ke salah satu bank senilai Rp1,3 miliar saat masih tinggal di wilayah Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Hal itu disampaikan oleh Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto.

"Saudara Toto pernah melakukan pinjaman atau utang ke bank yang saat itu diketahui oleh ketua RT maupun RW. Berdasarkan keterangannya, itu sekitar 1,3 miliar," ungkap Budhi di halaman Mapolres Metro Jakarta Utara, Kamis (16/1).

Budhi tidak dapat memberikan kepastian tahun ihwal peminjaman yang dilakukan Toto. Namun, ia mengatakan bahwa Toto menjaminkan sebuah ruko di Jakarta Barat saat berutang.

"Ini sedang kami telusuri. Karena kami sendiri baru tau dan baru melakukan penyelidikan setelah kejadian ini," aku Budhi.

Sekitar tahun 2015, Toto diketahui berniat meninggakan kediamannya di Ancol untuk pindah ke daerah Cawang, Jakarta Timur. Saat itu, kata Budhi, Toto sempat meminta surat pindah ke Ketua RT setempat.

"Tapi Ketua RT tidak memberikan surat pindah mengingat Ketua RT tau dan pernah didatangi oleh pihak bank yang intinya akan menagih utang kepada saudara Toto," tandas Budhi.

Sejauh ini, pihak Polres Metro Jakarta Utara belum mendapatkan laporan dari pihak bank terkait utang yang dilakukan Toto. "Karena itu sifatnya utang, jadi kamimasih menganggap itu kasus perdata, dan bukan domainnya Polri," pungkas Budhi.

Sebelumnya, Polda Jawa Tengah sudah menangkap Toto beserta sang ratu, Fanni Aminadia, 41, yang mendirikan Keraton Agung Sejagad di Kecamatan Bayan, Purworejo, Jawa Tengah.

Toto yang bergelar Sinuwun Toto Santosa Hadiningrat tersebut diduga melakukan penipuan terhadap warga yang menjadi pengikutnya. Baik Toto maupun Fanni dijerat dengan Pasal 14 Undang-undang RI No. 1 Tahun 1946 tentang menyiarkan berita atau pemberitaan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran dengan hukum maksimal 10 tahun dan pasal 378 KUHP tentang penipuan. (OL-4)

Baca Juga

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Hari Ini, Jakarta Laporkan 598 Kasus Covid-19 Baru

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 21:05 WIB
"Dengan tingkat kesembuhan 65,3%, dan 991 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 3,4%, sedangkan tingkat kematian Indonesia...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Trans-Jakarta Kembali Buka Empat Koridor Non BRT

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 20:35 WIB
Keempat rute tersebut adalah Rute 7A (Kampung Rambutan - Lebak Bulus), Rute 9D (Pasar Minggu - Tanah Abang), Rute D21 (Universitas...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Pintu Akses Tunggal Stasiun Tanah Abang kini Berlaku Setiap Hari

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 20:19 WIB
"Untuk memaksimalkan upaya jaga jarak ini, PT KCI juga memberlakukan pintu akses tunggal ini mulai pukul 14.00 pada hari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya