Kamis 16 Januari 2020, 17:09 WIB

Paus: Kembalilah ke Akar, Persaudaraan Sesama Manusia

Mediaindonesia.com | Humaniora
Paus: Kembalilah ke Akar, Persaudaraan Sesama Manusia

Dok.PBNU
Paus Fransiskus bersama 18 tokoh agama-agama ibrahim

 

PAUS Fransiskus mengingatkan bahwa forum Inisiatif Agama-agama Ibrahim (Abrahamic Faiths Initiative) adalah wahana untuk mengedepankan ikhtiar-ikhtiar perdamaian. Konflik-konflik antaragama harus diakhiri dengan kembali pada akar persaudaraan sesama manusia.

“Tapi dalam masalah apa pun yang dihadapi, kita harus kembali ke akar keberadaan kita, yaitu saudara sesama manusia,” ungkap Khatib Aam PBNU Yahya Staquf mengulang pernyataan Paus seperti dalam rilis yang diterima Mediaindonesia.com, hari ini.

Selain Gus Yahya, forum Inisiatif Agama-agama Ibrahim (Abrahamic Faiths Initiative) juga dihadiri 17 ulama lainnya dari berbagai negara. Mereka bertemu Paus dalam audiensi pribadi di kediaman beliau di kompleks Basilica, Vatikan.

Diskusi mengerucutkan sikap dan langkah bersama dalam menghadapi kemelut kemanusiaan dewasa ini, yang sangat kental diwarnai oleh konflik antar kelompok agama. Sam Brownback, Duta Besar Keliling Amerika Serikat Untuk Kebebasan Beragama, pada awal diskusi menyampaikan keprihatinan yang mendalam,

“Apabila kita biarkan berkembangnya konflik antara agama ini, sudah pasti ujungnya adalah saling bunuh diantara kita semua!”

Unkapan itu persis seperti analisis yang dipaparkan dalam “Deklarasi Gerakan Pemuda Ansor Tentang Islam Untuk Kemanusiaan (Humanitarian Islam)”, pada tahun 2017 yang lalu.

Reverand Thomas Johnson dari World Evangelical Alliance menekankan bahwa deklarasi saja tidak cukup, karena belum tentu banyak orang mau sungguh-sungguh membaca dan mempelajarinya.

Yahya menimpali bahwa memang siapa pun yang membuat deklarasi harus siap menindaklanjutinya dengan langkah-langkah strategis yang nyata. Ia pun memberi contoh dengan menjelaskan kiprah Nahdlatul Ulama dalam mambangun strategi transformatif melalui aktifisme sosial, yaitu melakukan pelayanan bagi masyarakat dalam arti luas, termasuk melindungi hak-hak kelompok minoritas.

Chief Rabbi David Rosen menambahkan perlunya kalangan politik menengok agama-agama sebagai basis strategi resolusi konflik, bukan hanya pendekatan militer dan ekonomi.

Ambassador Sam Brownback pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas segala yang telah dilakukan oleh Nahdlatul Ilama selama ini dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.

Musyawarah pada akhirnya mencapai kesepakatan untuk terjun ke wilayah konflik demi mengupayakan jalan keluar.

Yahya Staquf pun mengingatkan bahwa hal itu harus dilakukan dengan strategi yang komprehensif dan terkonsolidasi, dengan dukungan instrumen-instrumen dan sumberdaya-sumberdaya yang penuh.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More