Kamis 16 Januari 2020, 17:03 WIB

Kantor BI Purwokerto Antisipasi Inflasi akibat Bencana

Lilik Darmawan | Nusantara
Kantor BI Purwokerto Antisipasi Inflasi akibat Bencana

Antara
Kepala Perwakilan Kantor BI Purwokerto Agus Chusaini mengatakan pihaknya akan terus mengantisipasi terjadinya lonjakan harga beras.

 

KANTOR Bank Indonesia (BI) Purwokerto, Jawa Tengah (Jateng) bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di empat kabupaten yakni Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara mengantisipasi dampak bencana terhadap inflasi. Sebab, bencana yang membuat pasokan berkurang atau distribusi yang tersendat karena ada bencana dapat memicu kenaikan inflasi. Kepala Perwakilan Kantor BI Purwokerto Agus Chusaini mengatakan pihaknya terus memantau kondisi inflasi di daerah.

"Saat sekarang tengah musimnya bencana karena cuaca ekstrem. Hal itu dampat berdampak pada naiknya inflasi. Karenanya, BI Purwokerto bersama-sama dengan TPID di daerah mulai mengantisipasinya,” jelas Agus di Purwokerto, Kamis (16/1).

Dijelaskan oleh Agus, salah satu antisipasi yang dilakukan adalah kemungkinan lonjakan harga beras.

"Pada tahun 2019, musim tanam mundur akibat kemarau panjang, sehingga masa panen juga mundur. Sehingga, hal itu perlu diantisipasi dengan menyiapkan stok beras. Kami telah berkoordinasi dengan Bulog Subdivre Banyumas. Dari Bulog menyatakan jika stok beras untuk musim paceklik seperti sekarang masih mencukupi," ujar Agus.

baca juga: Dipastikan 27 Warga Gunungkidul Positif Antraks

Pada bagian lain, Agus mengatakan bahwa BI telah menginisiasi forum komunikasi petani hortikultura di wilayah Banyumas.

"Hal itu dilakukan untuk mengetahui sentra produksi hortikultura dan pasarnya. Jadi, dengan adanya forum komunikasi itu, akan dapat diketahui daerah mana yang kekurangan komoditas tertentu. Dan nanti dapat dipasok dari daerah lainnya. Dengan demikian, akan dapat dijaga inflasi di suatu daerah," jelasnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More