Kamis 16 Januari 2020, 17:00 WIB

Kemenpar Gelontorkan Rp11 T untuk Infrastruktur Pariwisata 2020

Hilda Julaika | Ekonomi
Kemenpar Gelontorkan Rp11 T untuk Infrastruktur Pariwisata 2020

ANTARA
Proyek Infrastruktur

 

KEMENTERIAN Pariwisata (Kemenpar) menggencarkan pembangunan infrastruktur terutama di kawasan pariwisata prioritas. Asisten Deputi (Asdep) Investasi Pariwisata Kemenpar Hengky Manurung mengatakan pembangunan infrastruktur dilakukan dalam rangka mendorong perkembangan 5 destinasi super prioritas (DSP) di 2020. Kelima DSP tersebut yakni, Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika dan Labuan Bajo.

"Yang sudah pasti kita kejar yang namanya penyelesaian infrastruktur 2020 dan menuju 5 DSP tersebut. Itu janjinya Presiden Jokowi dan ke semua Kementerian/Lembaga (K/L). Hampir Rp11 triliunan untuk pembangunan infrasruktur," ujar Hengky kepada awak media di Hotel JS Luwansa, Kamis (16/1).

Hengky menjelaskan pembangunan infrastruktur yang dimaksud tidak hanya menyoal pembangunan jalan, tetapi fasilitas umum yang bersifat penting seperti rumah sakit.

Selain itu, penting juga mengembangkan kawasan pariwisata dengan mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Caranya dengan memberikan pendidikan vokasi bagi masyarakat untuk mendorong sumber daya manusia (SDM) yang siap terjun berperan langsung di kawasan pariwisata tersebut.

"Tidak hanya jalan. Kami juga berpikir harus ada yang namanya rumah sakit dan dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan yang namanya vokasi. Karena SDM menjadi sangat penting. Siapa yang melayani wisatawan-wisatawan nanti yang dateng, kan masyarakat," ungkapnya.

Baca juga: PNM Berdayakan UMKM di Kawasan Pariwisata Prioritas

Pihaknya pun sedang berusaha memperpanjang lama tinggal (length of stay) para wisatawan. Biasanya para wisatawa saat melakukan wisata hanya berakhir dalam waktu 2 malam 3 hari untuk tinggal di daerah tertentu.

Tahun ini, Hengky berharap wisatawan bisa lebih betah dan menelusuri lebih mendalam setiap destinasi wisata yang ada. Harapannya bisa memiliki length of stay hingga 4 malam 5 hari.

Lebih lanjut, Hengky menjelaskan strategi yang digunakan untuk menarik minat wisatawan untuk tinggal lebih lama saat berwisata dengan memberikan pengalaman budaya yang mendalam. Para turis harus bisa mengetahui budaya (culture) hingga mengalami sebuah adventure tourism. Sehingga pengalaman yang dirasakan turis terasa lengkap.

"Kita lebih mengejar ke lama tinggal, dengan mengetahui culture, mengalami adventure tourism yang ada. Sehingga komplit mereka punya experience. Itu strategi yang tengah kita bangun sekarang," urainya.

Ia mencontohkan, wisata Danau Toba yang tidak hanya menyajikan keindahan alam saja. Namun, para turis bisa mendapatkan nilai adventure dan tourism di Toba. Begitu pun dengan daerah Asahan yang memiliki keunggulan originalitas kain ulos. Lalu bisa mencoba membuat kain ulos secara langsung. Implikasinya, para turis ingin lebih lama untuk menetap di kawasan wisata tersebut.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More