Kamis 16 Januari 2020, 16:13 WIB

Dinkes Cianjur Bentuk Tim Khusus Kendalikan DBD

Benny Bastiandy | Nusantara
Dinkes Cianjur Bentuk Tim Khusus Kendalikan DBD

Antara
Petugas melakukan pengasapan untuk mencegah penyebaran nyamuk demam berdarah.

 

DINAS Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mewaspadai potensi penyebaran demam berdarah dengue (DBD) menyusul perubahan cuaca saat ini. Satu di antara bentuk kewaspadaan itu yakni dengan membentuk tim khusus.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Tresna Gumilar, mengatakan DBD merupakan satu di antara penyakit yang cukup berpotensi menyebar pada kondisi cuaca seperti sekarang. Pasalnya, curah hujan cukup tinggi banyak memicu genangan-genangan air yang pada akhirnya jadi tempat berkembangbiaknya nyamuk aedes aegipty.

"Sejauh ini kami sudah membuat tim kesehatan di bawah penanggung jawab Bidang P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit)," kata Tresna kepada Media Indonesia, Kamis (16/1).

Tresna mengklaim, kasus DBD di Kabupaten Cianjur cenderung turun. Namun Tresna belum memberikan data detail jumlah kasus DBD selama 2019 hingga memasuki awal 2020.

"Puncak penyebaran DBD di Kabupaten Cianjur terjadi pada Oktober 2019," ungkapnya.

Tresna juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu mengandalkan fogging (fogging) sebagai upaya memberantas nyamuk aedes aegipty penyebab DBD. Alasannya, jika fogging dilakukan terus menerus, maka akan berdampak terhadap risiko kesehatan.

"Kalau fogging itu sifatnya hanya sesaat dan hanya membunuh nyamuk dewasa. Selain itu (fogging) juga berisiko. Kalau daya tubuh manusia tidak kuat, itu bisa jadi resisten karena ada residunya," tutur Tresna.

Upaya yang efektif, kata Tresna, sebetulnya bisa dilakukan dengan cara-cara sederhana. Misalnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang satu di antaranya melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

"Yang paling aman itu ya PSN atau 3M Plus," ucapnya.

baca juga: 23 Anggota DPRD Pematangsiantar Ajukan Interpelasi Walikota

DBD bisa dipicu dua faktor. Pertama karena kondisi cuaca ekstrem. Tingginya intensitas curah hujan memicu banyaknya genangan air sehingga mempercepat proses berkembangbiaknya jentik nyamuk.

"Kalau cuaca itu harus bisa menjadi kawan. Kita tidak bisa menolak kalau yang hubungannya dengan kondisi alam atau cuaca. Terpenting, bagaimana sekarang masyarakat bisa menerapkan PHBS di masing-masing lingkungan tempat tinggal. Kalau masyarakat bisa menerapkannya, Insyaallah tidak akan ada penyebaran DBD," pungkas Tresna. (OL-3)

 

Baca Juga

MI/Januari Hutabarat

Rusak Ekosistem, Jaring Apung di Danau Toba Harus Ditutup

👤Apul Iskandar 🕔Rabu 27 Mei 2020, 07:12 WIB
Direktur Program Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM), Delima Silalahi menyatakan keberadaan jaring apung di Danau...
ANTARA FOTO/Makna Zaezar

Terapkan Protokol Kesehatan di Area Pasar

👤Denny Susanto 🕔Rabu 27 Mei 2020, 07:05 WIB
Meski beberapa daerah telah mengambil langkah tegas dengan menutup pasar tradisional, masih ada daerah lain yang membiarkan pasar tetap...
MI/Hijrah Ibrahim

Kondisi Kesehatan Wali Kota Tidore Kepulauan Membaik

👤Hijrah Ibrahim 🕔Rabu 27 Mei 2020, 07:03 WIB
Dokter setempat telah melakukan pengambilan swab kepada Wali Kota Tidore Kepulauan itu untuk dikirim ke Manado. Saat ini status wali kota...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya