Kamis 16 Januari 2020, 16:07 WIB

Jaksa Agung: Penyelasaian Kasus Semanggi Terkendala Kurang Bukti

Putri Rosmalia Octaviyani | Politik dan Hukum
Jaksa Agung: Penyelasaian Kasus Semanggi Terkendala Kurang Bukti

MI/MOHAMAD IRFAN
Jaksa Agung ST Burhanuddin

 

JAKSA Agung, ST Burhanuddin, telah menyatakan bahwa peristiwa Jembatan Semanggi pada tahun 1998 bukan termasuk pada pelanggaran HAM berat. Ia menyatakan bahwa pembahasan pada dua kasua Jembatan Semanggi telah selesai dilakukan.

"Peristiwa Semanggi 1 Semanggi 2 telah ada hasil rapat paripurna DPR RI yang menyatakan bahwa peristiwa tersebut bukan merupakan pelanggaran HAM berat," ujar ST Burhanuddin, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, Kamis, (16/1).

ST Burhanuddin mengatakan, berbagai hambatan masih ditemui Kejaksaan Agung untuk menuntaskan kasus-kasus HAM berat masa lalu. sampai saat ini belum ada Pengadilan HAM ad hoc untuk menangani peristiwa pelanggaran HAM berat masa lalu.

"Penanganan dan penyelesaian berkas hasil penyelidikan peristiwa pelanggaran HAM berat masa lalu menghadapi kendala kecukupan terkait kecukupan alat bukti," ujar ST Burhanuddin.

Ia menambahkan bahwa pada beberapa kasus, pengumpulan berkas oleh Komnas HAM belum dapat menggambarkan atau menjanjikan minimal dua alat bukti yang dibutuhkan. Hal itu menyebabkan menjadi bolak-baliknya penanganan perkara HAM berat.

"Secara umum penyebab bolak-balik dan penanganan HAM berat adalah tidak lengkapnya berkas yang disusun oleh penyelidik Komnas HAM," ujar ST Burhanuddin.

Sulitnya memperoleh alat bukti dan belum adanya mekanisme penghentian penyidikan dalam UU Nomor 26 tahun 2000, menurut ST Burhanuddin juga menjadi penghambat. Di mana hal itu dibutuhkan sebagai upaya penyelesaian dugaan peristiwa pelanggaran HAM berat secara yuridis. Dalam hal ini penyelidikan disimpulkan tidak cukup bukti.

"Penyelesaian HAM berat dapat dilakukan melalui dua opsi yaitu penyelesaian judicial melalui pengadilan HAM ad hoc dan penyelesaian non yudisial melalui kompensasi rehabilitasi," tutupnya. (OL-4)

Baca Juga

Ist

Wamendes Budi Arie Dukung KPK  Usut Kasus BLT Dana Desa

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 12:29 WIB
Wamendes Budi Arie Setiadi mendukung penuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan penyelewengan bansos selama...
MI/Martinus Solo

Gubernur Papua Barat Berpeluang Jadi Saksi Kasus Wahyu Setiawan

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 10:30 WIB
Dominggus disebut dalam dakwaan menitipkan Rp500 juta untuk Wahyu terkait pemilihan calon anggota KPU Papua...
DOK DPR RI

Sufmi Dasco Optimistis New Normal Dapat Berjalan Baik

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 10:00 WIB
Tim Satgas Lawan Covid-19 DPR RI berkunjung ke Kementerian Koordinator Perekonomian untuk mendapatkan penjelasan lebih detail tentang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya