Kamis 16 Januari 2020, 15:24 WIB

Cakupan Longsor Bogor Meluas, Pemetaan Dilakukan Lewat Udara

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Cakupan Longsor Bogor Meluas, Pemetaan Dilakukan Lewat Udara

ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
Suasana perkampungan rawan bencana tanah longsor di Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (13/1/2020).

 

PERISTIWA bencana tanah longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Bogor pada awal Januari 2020 mencakup wilayah yang sangat luas. Lokasi longsor tersebar di beberapa titik dan daerah yang terdampak bencana hingga rusak parah.

Tim Fly for Humanity, yang merupakan gabungan dari tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Informasi Geospasial (BIG), Zenit dan Sky Volunteer (member of U-INSPRIE), melakukan pemetaan melalui udara atau Aerial Mapping menggunakan UAV (Unmanned Aerial Vehicle) atau Drone di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/1).

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo mengatakan rangkaian kegiatan tim dimulai dari lapangan Kantor Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, untuk melakukan observasi dan mempersiapkan peralatan, seperti Receiver Multi GNSS atau biasa disebut GPS Geodetik dan menunggu ijin terbang.

"Target dan misi pemetaan udara kali ini adalah memetakan kurang lebih 1.800 hektare di Desa Pasir Madang yang merupakan salah satu desa terparah terdampak bencana,” kata dia dalam keterangannya, Kamis (16/1)

Hasil pemetaan ini diharapkan dapat diproses dan dianalisis lebih lanjut untuk membantu proses pengambilan keputusan pascabencana tanah longsor.

Sebelumnya, merespon dengan cepat arahan dan permintaan Presiden Joko Widodo, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menyatakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan segera melakukan penghijauan di wilayah Bogor, Jawa Barat dan Lebak, Banten.

Baca juga: Menteri LHK: 225 Kebun Bibit Desa Siap Hijaukan Bogor dan Lebak

Menteri LHK menegaskan penghijauan untuk wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Lebak, Banten, harus bersamaan dengan pembangunan konservasi tanah dan air.

“Ini akan dilaksanakan segera setelah akses Sukajaya, Bogor, dan tempat-tempat di Lebak selesai ditangani Kementerian Pekerjaan Umum (PU),” ujar Siti Nurbaya kepada media di Bogor, Sabtu (11/1).

Diketahui, pada Jumat (10/1), Menteri LHK melakukan kunjungan kondisi wilayah Bogor yang dilanda bencana longsor.

Tak hanya itu, terkait upaya mitigasi longsor dan bajir, Siti Nurbaya melakukan dialog dengan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dan Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin.

“Saya yakin kita bisa tangani pascabencana di sana dengan baik,” ucap Menteri LHK.

Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, Siti Nurbaya mengungkapkan dirinya beserta jajaran KLHK langsung menindaklanjuti upaya penanganan secara holistik bencana Bogor, Lebak, dan daerah lain tempat yang terkait kawasan hutan, konservasi dan secara umum wilayah hulu.

Terkait upaya mitigasi longsor dan banjir, KLHK akan melakukan penanaman pohon vetiver akar wangi di area yang luasnya sekitar 2.500 hektare di wilayah Lebak, Banten, dan Bogor, Jawa Barat.

Dalam rangka teknis merinci lapangan, pada Jumat (10/1), Menteri LHK melakukan kunjungan ke lokasi Kebun Bibit Desa di Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Pada kesempatan yang sama, Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) KLHK memberi bantuan tanaman bibit untuk ditanam di ruang terbuka hijau di Kota Bogor.

Jika dilihat secara topografi, Kota Bogor dan Kabupaten Bogor sebagai hulu dari Jakarta merupakan satu kesatuan. Menteri LHK mengatakan pihaknya akan meenyiapkan 1 juta bibit tanaman dari kebun bibit di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, untuk menghijaukan lokasi di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More