Kamis 16 Januari 2020, 14:23 WIB

PNM Berdayakan UMKM di Kawasan Pariwisata Prioritas

Hilda Julaika | Ekonomi
PNM Berdayakan UMKM di Kawasan Pariwisata Prioritas

Hilda/MI
Excecutive Vice President Pengawasan dan Legal PNM, Kindaris (kedua dari kanan) usai mengisi acara Economic Outlook Pariwisata 2020.

 

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) berupaya mendampingi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di kawasan pariwisata prioritas. Langkah itu bertujuan mendorong sektor pariwisata di Tanah Air.

"Kami mendampingi UMKM. Ada dua kans pembiayaan, mikro dan mekar. Mikro untuk usaha kecil dan mikro. Kalau mekar itu pembiayaan ibu-ibu prasejahtera. Kita jalankan mekar ini baru 3 tahun. Nasabahnya sudah begitu banyak. Posisi hari ini 6,1 juta nasabah," ujar Excecutive President Pengawasan dan Legal PNM, Kindaris, di acara Economic Outlook Pariwisata 2020, Kamis (16/1).

Lebih lanjut, Kindaris menjelaskan pendampingan meliputi pelatihan dan kluster. PNM melakukan pelatihan di daerah yang merupakan kawasan utama wisata dan kawasan penyangga wisata. Kawasan ini biasanya dekat dengan tempat penjualan kerajinan tangan dan karya lainnya.

"PNM berperan dari kawasan utama dan kawasan penyangga. Kawasan penyangga merupakan lingkar luar dari wisatanya itu sendiri. Melengkapi dari kawasan wisata itu, biasanya ada tempat jualan kerajinan tangan dan handicraft," urainya.

Sementara itu, untuk kluster yang sifatnya sektoral pun dilakukan pendampingan berupa pelatihan. Dia mencontohkan pengembangan di Mandalika dengan kerajinan anyaman petak yang dikembangkan. Jenis pembiayaan yang dilakukan di Mandalika menggunakan pembiayaan ulang dan mekar.

Pembinaan yang dilakukan oleh PNM menanggapi kondisi banyaknya UMKM yang gulung tikar, karena terbentur persoalan modal. PMN memainkan peran untuk mengeluarkan bantuan pembiayaan ke UMKM yang berada di destinasi pariwisata prioritas.(OL-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More