Kamis 16 Januari 2020, 13:22 WIB

Golkar Cianjur belum Tentukan Bacalon Jelang Pilkada

Benny Bastiandy | Nusantara
Golkar Cianjur belum Tentukan Bacalon Jelang Pilkada

MI/Benny Bastiandy
Kantor DPD Partai Golkar Cianjur

 

PARTAI Golkar Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, membuka kesempatan kepada semua kader yang berminat maju pada Pilkada 2020 untuk bersosialisasi kepada masyarakat. Pasalnya, hingga saat ini partai berlambang pohon beringin itu belum memutuskan sosok yang akan diusulkan untuk berkontestasi pada pesta demokrasi lima tahunan itu.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, Tb Mulyana Syahrudin, mengatakan penentuan figur yang akan diusulkan bertarung pada Pilkada 2020 relatif masih cukup panjang. Artinya, Golkar bersikap terbuka bagi semua kader yang memang berminat mencalonkan diri karena memiliki kesempatan dan peluang sama.

"Golkar itu kan belum memutuskan siapa yang akan diusulkan DPD Kabupaten Cianjur ke DPP untuk mendapatkan rekomendasi. Perjalanannya masih cukup jauh. Semua kader memiliki kesempatan dan peluang sama. Jadi, silakan semua kader untuk bersosialisasi kepada masyarakat," kata Mulyana, kepada Media Indonesia, Kamis (16/1).

Sejauh ini sudah ada sejumlah kader yang mulai bersosialisasi kepada masyarakat. Bentuk sosialisasinya ada yang bergerilya tanpa alat peraga, ada juga yang menggunakan alat peraga.

"Rekan-rekan (kader) sudah ada yang mulai sosialisasi. Termasuk saya sendiri yang bersosialisasi melalui pemasangan alat peraga," terang Mulyana.

Pola yang dibangun seperti itu mengindikasikan Golkar tak mau terburu-buru menentukan figur yang dijagokan maju pada Pilkada 2020. Di sisi lain, Golkar sebetulnya memiliki sosok sentral yang dinilai layak maju sebagai calon Bupati Cianjur. Sosok itu adalah Ade Barkah Surachman yang saat ini duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Barat sekaligus menjabat Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat. Bahkan Ade Barkah Surachman menjadi salah satu yang diprioritaskan DPP bisa maju pada Pilkada nanti.

"Prioritas memang berlaku di Golkar. Tapi kan untuk mendapat rekomendasi itu harus ada respons dulu dari masyarakat melalui survei independen. Seorang kader di Golkar akan masuk radar survei ketika ada respons yang bagus di masyarakat. Ini artinya, prioritas itu tidak menjadi mutlak, tergantung respons," bebernya.

Sebagai Ketua DPD Partai Golkar, kata Mulyana, dirinya juga diprioritaskan maju. Namun bagi Mulyana tidak semudah itu mengiyakan tanpa mengantongi dulu respons di tingkat masyarakat.

"Seandainya saya dapat prioritas, itu tentu jadi kredit point. Tapi kalau saya pribadi, akan melihat dulu respons masyarakat. Kalau bagus, bisa saja saya maju. Sebaliknya, kalau respons berada di bawah passing grade, pasti ada yang lebih baik. Ini artinya, meskipun jadi prioritas, belum tentu saya juga mendapat rekomendasi dari DPP," jelas Mulyana.

baca juga: Gunung Ijen Keluarkan Gas Beracun

Di internal Golkar sendiri masih tarik-ulur soal figur yang akan dijagokan maju pada Pilkada. Kondisi tersebut berimbas adanya perbedaan pendapat di internal.

"Golkar itu yang saya rasakan selama ini sangat dinamis. Sebelum ada keputusan bulat, yang namanya faksi-faksi itu pasti ada. Apalagi yang
sifatnya keputusan strategis. Tapi ketika sudah jadi keputusan atau sudah mendekati keputusan, semua akan menjadi kompak," tandasnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More