Kamis 16 Januari 2020, 12:38 WIB

Ahli Waris Monarki Prediksi Keruntuhan Rezim Iran

Rifaldi Putra Irianto | Internasional
Ahli Waris Monarki Prediksi Keruntuhan Rezim Iran

ATTA KENARE / AFP)
Patung bagian tubuh atas keluarga Shah Muhammad Reza Pahlavi menghiasi Istana Hijau, yang berlokasi di wilayah utara Teheran.

 

AHLI waris monarki Iran yang digulingkan bertahun-tahun lalu, Reza Pahlavi, kembali muncul di hadapan publik. Dia memperkirakan rezim pemerintahan Iran akan runtuh dalam beberapa bulan ke depan.

Dia juga mendesak negara barat untuk tidak bernegosiasi dengan rezim Iran saat ini. Pahlavi, merupakan anak sulung dari Shah terakhir dalam kekaisaran Iran, yakni mendiang Shah Mohammad Reza Pahlavi. Menjabat sejak September 1941, dia akhirnya dilengserkan oleh Revolusi Iran pada Februari 1979. Pahlavi kerap disebut putra mahkota Iran untuk takhta negara kekaisaran Iran.

Pahlavi dalam pengasingannya di Amerika Serikat (AS), mengatakan protes besar yang terjadi pada November dan dilanjutkan pada bulan ini, setelah jatuhnya pesawat boeing 737 milik Ukraina, mengingatkanya pada pemberontakan yang menggulingkan ayahnya kala itu.

"Hanya tinggal menunggu waktu untuk mencapai klimaks terakhir, saya pikir kita berada dalam mode itu," ucapnya dalam Konferensi pers di Washington, seperti dilansir AFP.

"Ini adalah minggu atau bulan sebelum keruntuhan total, tidak berbeda denga tiga bulan terakhir pada 1978 sebelum Revolusi," imbuhnya.

Sementara kebanyakan aktivis Iran yang mengasingkan diri secara rutin juga kerap memprediksi jatuhnya rezim Iran. Pahlavi pun menyatakan "Iran dapat mencium peluang untuk pertama kalinya dalam 40 tahun saat ini," ungkapnya.

Ahli waris yang tak pernah kembali ke Iran sejak masih remaja mengutip bukti-bukti yang muncul di Iran. Seperti berkurangnya ketakutan di kalangan demonstran Iran dan bertambahnya jarak antara para reformasi dengan rezim Iran.

Dalam pernyataanya di Hudison Institute, Pahlevi menyatakan dukungan kampanye "tekanan maksimum" Donald Trump yang berusaha mengisolasi rezim Iran melalui sanksi berat. Dia mengatakan bahwa negosiasi di masa lalu telah gagal.

"Ini bukanlah rezim yang normal dan tidak akan mengubah perilakunya. Rekan sebangsa, saya mengerti bahwa rezim ini tidak dapat direformasi dan harus disingkirkan," pungkasnya.(OL-12)

 

Baca Juga

AFP/Loic VENANCE

Pasukan Prancis Bunuh Pemimpin Al-Qaeda

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 07 Juni 2020, 06:35 WIB
PASUKAN Prancis membunuh pemimpin kelompok militan Al-Qaeda in the Islamic Maghreb (AQIM), Abdelmalek Droukdel, di Mali bagian utara, Jumat...
AFP/Jim Watson

Amankan Tiket Nominasi Demokrat untuk Melawan Trump

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 21:49 WIB
Biden melewati ambang batas, Jumat malam, setelah tujuh negara bagian dan Distrik Columbia mengadakan pemilihan primer awal pekan...
AFP

Angka Kematian Covid-19 Iran Lampaui 8.200

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 20:44 WIB
Jahanpour mengatakan 130.300 pasien telah pulih dan dipulangkan dari rumah sakit sejauh ini. Sementara 2.578 pasien masih dalam kondisi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya