Kamis 16 Januari 2020, 11:14 WIB

Putin Akan Ubah Konstitusi, PM Rusia Mundur

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
 Putin Akan Ubah Konstitusi, PM Rusia Mundur

Dimitar DILKOFF / AFP
Tampak luar gedung pemerintahan Rusia di Kota Moskow, menyusul rencana Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang ingin mengubah konstitusi.

 

PERDANA Menteri (PM) Rusia, Dmitry Medvedev, mengundurkan diri sebagai tanggapan terhadap kebijakan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Langkah itu muncul tak lama setelah Putin menyampaikan pidato tahunan kepada anggota parlemen pada Rabu waktu setempat. Putin menginginkan adanya perubahan konstitusi. Kemunduran pemerintahan negara bertujuan memberi jalan bagi langkah besar tesebut.

Medvedev memandang pidato presiden di hadapan Majelis Federal menggarisbawahi sejumlah perubahan mendasar terhadap Konstitusi Rusia. Begitu perubahan disahkan, pihaknya meyakini akan membuat perubahan signifikan. Tidak hanya pada sejumlah pasal, namun juga terhadap keseimbangan kekuasaan secara keseluruhan.

"Perubahan yang menjadi sorotan Presiden Putin turut menyasar lembaga eksekutif, legislatif dan juga yudisial," pungkas Medvedev.

"Sebagai pemerintah federasi Rusia, kita harus memberikan kesempatan bagi presiden negara untuk mengambil keputusan yang diperlukan. Dalam kondisi ini, saya yakin hal itu tepat. Sejalan dengan Pasal 117 Undang-Undang Dasar, pemerintah Rusia dalam formasi saat ini harus mundur," tegas Medvedev.
 
Putin mengapresiasi kinerja Medvedev, dan meminta PM beserta kabinet tetap pada posisi mereka hingga pemerintahan baru terbentuk. Namun, Putin tetap menandatangani dekret yang menyetujui pengunduran diri
pemerintah.
 
"Keputusan ini berlaku sejak disahkan," bunyi keterangan resmi Kremlin. Menurut dekret tersebut, pemerintah Medvedev akan tetap menjalankan tugas hingga formasi pemerintahan baru terbentuk. Setelahnya, Medvedev diperkirakan menduduki posisi Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia yang baru. Dewan itu merupakan badan konsultatif berpengaruh, yang menjadi penasihat presiden terkait keamanan nasional. Medvedev pun menyambut baik usulan tersebut.(Ant/OL-12)

Baca Juga

AFP / PAU BARRENA

Di Spanyol, Hotel Bintang Lima Jadi Karantina Pasien Covid-19

👤Deri Dahuri 🕔Sabtu 04 April 2020, 13:04 WIB
Di kota terbesar kedua di Spanyol, Barcelona, para pelaku bisnis perhotelan telah menyediakan 2.500 tempat tidur untuk pasien...
AFP/MOHD RASFAN

​​​​​​​98 Pelanggar Lockdown di Malaysia Didenda

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Sabtu 04 April 2020, 12:35 WIB
Enam orang didenda RM850 masing-masing atau 15 hari penjara sementara tiga orang lainnya didenda RM900 atau sebulan...
MI/GRAFIK

Peneliti Monash University Temukan Obat Potensial Lawan Covid-19

👤Dwi Tupani 🕔Sabtu 04 April 2020, 12:21 WIB
Para ilmuwan menunjukkan bahwa obat anti-parasit yang dimaksud yaitu, Ivermectin mampu menghentikan pertumbuhan virus SARS-CoV-2 yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya