Kamis 16 Januari 2020, 09:18 WIB

AS-Tiongkok Teken Kesepakatan Perdagangan Fase Pertama

Antara | Internasional
AS-Tiongkok Teken Kesepakatan Perdagangan Fase Pertama

AFP/SAUL LOEB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) menjabat tangan Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He

 

AMERIKA Serikat (AS) dan Tiongkok menandatangani kesepakatan perdagangan awal, Kamis (16/10 WIB yang akan menurunkan beberapa tarif dan meningkatkan pembelian Tiongkok atas produk-produk AS.

Selain itu, kesepakatan tersebut meredakan perselisihan 18 bulan antara dua ekonomi terbesar dunia.

Beijing dan Washington menggembar-gemborkan perjanjian fase satu sebagai langkah maju setelah berbulan-bulan memulai pembicaraan, dan investor menyambut berita itu dengan lega. Tetapi ada juga skeptisisme bahwa hubungan perdagangan AS-Tiongkok sekarang sudah membaik.

Kesepakatan itu gagal mengatasi masalah ekonomi struktural yang menyebabkan konflik perdagangan, tidak sepenuhnya menghilangkan tarif yang telah memperlambat ekonomi global, dan menetapkan target pembelian yang sulit dicapai, kata para analis dan pemimpin industri.

Baca juga: Dakwaan Pemakzulan Trump Dikirim ke Senat

Sementara mengakui perlunya negosiasi lebih lanjut dengan Tiongkok untuk menyelesaikan sejumlah masalah lain, Presiden AS Donald Trump memuji perjanjian itu sebagai kemenangan bagi ekonomi AS dan kebijakan perdagangan pemerintahannya.

"Bersama-sama, kami memperbaiki kesalahan masa lalu dan memberikan masa depan keadilan ekonomi dan keamanan bagi pekerja, petani, dan keluarga Amerika," kata Trump dalam sambutan yang bertele-tele di Gedung Putih bersama dengan pejabat AS dan Tiongkok.

Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He membaca surat dari Presiden Xi Jinping yang memuji kesepakatan itu sebagai tanda kedua negara dapat menyelesaikan perbedaan mereka dengan dialog.

Gedung Putih mengatakan inti dari kesepakatan itu adalah janji Tiongkok untuk membeli setidaknya US$200 miliar tambahan produk pertanian AS serta barang dan jasa lainnya selama dua tahun, lebih dari US$186 miliar dalam pembelian pada 2017.

Komitmen itu termasuk US$54 miliar dalam pembelian energi tambahan, sebesar US$78 miliar dalam pembelian manufaktur tambahan, sebesar US$32 miliar lebih dalam produk pertanian, dan sebesar US$38 miliar dalam jasa-jasa, menurut dokumen kesepakatan yang dikeluarkan Gedung Putih.

Liu mengatakan perusahaan Tiongkok akan membeli US$40 miliar dalam produk pertanian AS setiap tahun selama dua tahun ke depan berdasarkan kondisi pasar.

Beijing telah menolak keras berkomitmen membeli sejumlah barang pertanian AS sebelumnya dan telah menandatangani kontrak kedelai baru dengan Brasil sejak perang dagang dimulai.

Indeks pasar saham utama dunia naik ke rekor baru di tengah harapan kesepakatan itu akan mengurangi ketegangan, tetapi harga minyak merosot di tengah keraguan pakta akan memacu pertumbuhan ekonomi dunia dan mendorong permintaan minyak mentah. (OL-2)

Baca Juga

Dok. Istimewa

Pemimpin Senior Al-Qaeda Tewas

👤Faustinus Nua 🕔Senin 26 Oktober 2020, 02:10 WIB
PASUKAN keamanan Afghanistan telah menewaskan Abu Muhsin al-Masri, seorang pemimpin senior Al-Qaeda yang berada di daftar...
AFP

24 Tewas dalam Serangan Bom Bunuh Diri di Kabul

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 23:30 WIB
Sebagian besar korban adalah pelajar berusia 15-26...
AFP/William WEST

Victoria Tunda Umumkan Pelonggaran Karantina Wilayah

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 19:30 WIB
Karantina tersebut telah membatasi sebagian besar bisnis ritel di ibu kota negara bagian tersebut untuk menyediakan layanan hanya secara...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya