Rabu 15 Januari 2020, 18:25 WIB

Sehati Group Bantu Turunkan Stunting di Garut dan Labuan Bajo

Deri Dahuri | Nusantara
Sehati Group Bantu Turunkan Stunting di Garut dan Labuan Bajo

Istimewa
Pengaplikasian layanan Sehati TeleCTG di Puskesmas Labuan Bajo disaksikan langsung oleh Menkominfo Johnny G. Plate, SE.

 

SEHATI Group, perusahaan yang mengembangkan solusi layanan kesehatan maternal jarak jauh, Sehati TeleCTG; menyerahkan perangkat Sehati TeleCTG kepada pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar), dan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Upaya ini dilakukan dalam rangka mendukung pemerintah Indonesia untuk membangun manusia Indonesia yang unggul, sehat dan berkualitas, melalui peningkatan dan pemerataan pelayanan kesehatan maternal menggunakan solusi Sehati TeleCTG hingga ke pelosok Tanah Air.

Dokter. Ari Waluyo, Sp.OG, Co-Founder & Chief Executive Officer Sehati Group mengatakan, “Kehadiran Sehati TeleCTG di pelosok Tanah Air dilatar belakangi oleh tingginya AKI, AKB dan stunting di Indonesia. Angka stunting di Kabupaten Garut merupakan yang tertinggi se-Jawa Barat."

"Selama tahun 2017, di Garut juga ditemukan 111 kasus ibu hamil dengan anemia, 62 ibu hamil kekurangan energi kronis, dan 66 balita kurus," kata dr Ari Waluyo di Jakarta, Rabu (15/1).

"Memahami kondisi ini, Sehati Group bekerja sama dengan PT Telekomunikasi Indonesia menyerahkan tiga unit perangkat Sehati TeleCTG kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Garut sebagai bentuk dukungan dalam upayapenurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan stunting.” jelas dr Ari Waluyo.

Penyerahan tiga perangkat Sehati TeleCTG dari PT Telekomunikasi Indonesia ke Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dilakukan beberapa waktu lalu dan disaksikan langsung oleh Cahyadi Ahmadjayadi, Komisaris Independen PT Telekomunikasi Indonesia; dr. Janna Markus Yajriawati, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut; dan dr. Ari Waluyo, SpOG - Co-Founder & Chief Executive Officer Sehati Group.

Lebih lanjut  Ari Waluyo menjelaskan,“Selain di Kabupaten Garut, Sehati TeleCTG kini juga sudah tersedia di tiga puskesmas di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Kehadiran Sehati TeleCTG ini dibarengi dengan ketersediaan jaringan internet BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika/"

Menurut Waluyo. keberadaan infrastruktur internet yang menunjang layanan kesehatan maternal jarak jauh, membuka kesempatan bagi ibu-ibu hamil diLabuan Bajo untuk mengakses layanan Antenatal Care (ANC) atau pemeriksaan kehamilan yang lebih baik.

"Adapun para ibu dapat memeriksakan kehamilannya menggunakan Sehati TeleCTG di puskesmas Wae Nakeng, Labuan Bajo, dan Rekas,” ujar Waluyo.

Pengaplikasian layanan Sehati TeleCTG di Puskesmas Labuan Bajo disaksikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate, SE pada kunjungan kerja pertamanya beberapa waktu lalu.

Menkominfo hadir dengan didampingi oleh Ari Soegeng Wahyuniarti, Kepala Divisi Layanan TI untuk Masyarakat dan Pemerintah BAKTI; Fadhilah Mathar, Direktur Sumber Daya & Administrasi BAKTI; Paulus Mani, Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat, Abraham Auzan, Co-Founder & Chief Product Officer Sehati Group; dan Erna Shinta Nurdianti, Team Lead Implementation Sehati Group.

Hingga saat ini solusi Sehati TeleCTG telah digunakan 20 ribu ibu hamil dan lebih dari 10.500 bidan di 11 provinsi dan 27 Kabupaten Indonesia.

Layanan Sehati TeleCTG yang berbasis inovasi dan teknologi tepat guna, secara sinergis membantu ibu hamil dan bidan dalam memantau perkembangan dan kesejahteraan janin; mendeteksi faktor risiko tinggi pada ibu hamil; perhitungan kontraksi dan tendangan bayi; menginterpretasi hasil pemeriksaan dan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis bidan dan kandungan; serta penyediaan data real time bagi pemangku kepentingan dalam proses pengambilan keputusan dan penyusunan kebijakan.(OL-09)

 

 


 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More