Rabu 15 Januari 2020, 23:33 WIB

Kemenkeu Ancam Cabut Izin Akuntan Publik Bermasalah

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Kemenkeu Ancam Cabut Izin Akuntan Publik Bermasalah

Antara
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kiri) bersama Sekjen Kemenkeu Hadiyanto

 

SEKJEN Kementerian Keuangan Hadiyanto mengungkapkan pihaknya akan mengawasi soal implementasi regulasi dan pembinaan kepada Kantor Akuntan Publik (KAP) yang tengah mengaudit PT Asuransi Jiwasraya dan PT Asabri.

Hadiyanto menuturkan, bila ditemukan terdapat pelanggaran dalam proses audit, maka KAP terkait akan diberikan sanksi mulai dari teguran hingga pencabutan izin sementara.

"Jadi kalau dari satu audit ditemukan adanya iregularitis baik yang terkait code of conduct kode etik dari audit maupun tidak dipenuhinya standar pelaksanaan audit maka sesuai ketentuannya akan diberikan sanksi baik bersifat teguran maupun pembebasan sementara dari praktif sebagai akuntan publik," tuturnya seusai meresmikan Kantor Bersama Ekspor Lembaga National Single Window (LNSW), Jakarta, Rabu (15/1).

Menyoal pembinaan yang dilakukan oleh kemenkeu, lanjutnya, dilakukan pada tiga mekanisme. Pertama pembinaan secara reguler, kedua pemeriksaan sewaktu-waktu dan ketiga pemeriksaan berdasarkan informasi dari luar.

Dari pemeriksaan itu kemenkeu dapat mengidentifikasi adanya hal yanh bersifat pelanggaran kode etik maupun tidak terpenuhinya standar pelaksanaan audit.

"Berdasarkan kategorisasi itu maka akan diterbitkan bagian dari pembinaan yaitu dikenakan sanksi yang tergantung level berat tidaknya pelanggaran yang dilakukan oleh KAP dan akuntan publik," jelas Hadiyanto.

Ke depan, imbuh dia, kemenkeu mengupayakan untuk meminimalisasi adanya kasus dua perusahaan asuransinitu terulang kembali. Evalusasi pelaksanaan pengawasan akan menjadi salah satu cara yang ditempuh.

"At the same time kita juga terus meningkatkan kualitas pembinaan melalui referensi berbagai standar audit yang lebih more international base practices. Tentu saja di sini KAP, AP, profesi juga dituntut komitmennya karena industri financial atau sektor keuangan ini sangat memerlukan public trust," pungkasnya.

Untuk mendapatkan kepercayaan publik, KAP mesti memberikan hasil audit dsn opini yang dapat dipertanggungjawabkan. Sebab, pemberian hasil audit dan opini yang tidak benar akan menyebabkan hilangnya kepercayaan publik. (OL-8)

Baca Juga

ANTARA

Menaker: Realisasi BSU Sudah Mencapai Rp21,3 Triliun

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 25 November 2020, 12:48 WIB
Realisasi ini dikatakan terdiri dari dua gelombang, di mana pada gelombang pertama sudah tersalurkan Rp14,7 triliun kepada 12,25 juta...
Antara/Hafidz Mubarak

Presiden: Menteri Harus Fleksibel Gunakan Anggaran

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 25 November 2020, 12:22 WIB
Presiden tidak ingin ada kebijakan-kebijakan di tingkat kementerian/lembaga yang menghambat penyerapan dana terutama untuk penanganan...
Dok.Metro TV

Pandemi Hantam Sektor Energi, Pemerintah Lakukan Langkah Strategis

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 25 November 2020, 09:33 WIB
Untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional (PEN), pemerintah melalui Kementerian ESDM telah memberikan tiga program stimulus bagi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya