Kamis 16 Januari 2020, 05:50 WIB

Keraton Sejagat bukan Bagian Keraton Nusantara

(UL/N-2) | Nusantara
Keraton Sejagat bukan Bagian Keraton Nusantara

ANTARA FOTO/Jojon/hp.
FORUM SILAHTURAHMI KERATON NUSANTARA

 

KEMUNCULAN Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat membuat para raja dan sultan yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keraton Nusantara jengah. Mereka mendukung kepolisian menindak tegas pelaku penipuan yang menyaru sebagai raja dan ratu itu.

"Mereka telah mencoreng nama baik keraton-keraton yang ada di Nusantara. Mereka menebar berita bohong, meresahkan masyarakat dan merusak catatan sejarah," papar Ketua Umum FSKN, Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat, di Cirebon, Jawa Barat, kemarin.

Dia menegaskan klaim sebagai penerus Medang Majapahit sangat tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sesuai catatan sejarah, turunan resmi Majapahit ialah Kerajaan Mataram, yang kini terbagi dua, di Surakarta dan Yogyakarta.

Keraton Agung Sejagat didekralasikan di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Purworejo, Jawa Tengah. Keraton dipimpin raja bernama Tokok Santosa dan Ratu Fanni Aminadia. Keduanya sudah ditangkap polisi dengan tuduhan penipuan. (UL/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More