Kamis 16 Januari 2020, 05:40 WIB

Di Trotoar, Para Disabilitas Menggantung Asa

(Eriez M Rizal/N-2) | Nusantara
Di Trotoar, Para Disabilitas Menggantung Asa

ANTARA/NOVRIAN ARBI
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum (kedua kanan) berdialog dengan sejumlah penyandang tunanetra di trotoar depan Balai Wyata Guna

 

SUDAH tiga hari Rianto hidup di trotoar Jalan Padjadjaran, Kota Bandung, Jawa Barat. Mulai dari salat Subuh, berterik matahari di siang hari, kehujanan dan tidur dalam dingin malam, semua ia lakukan di ruang pedestrian itu.

Rianto yang penyandang di-sabilitas netra tidak sendiri. Ada 31 rekan senasibnya yang berbagi dengannya. Mereka ialah mahasiswa yang menghuni asrama di Panti Wyataguna, milik Kementerian Sosial.

Sejak Kamis (9/1) Rianto dan kawan-kawan sudah diminta meninggalkan asrama. Pengusiran paksa dilakukan Senin (20/1). "Kamar kami dibongkar, barang dikeluarkan. Kamar kami juga disegel, dan barang-barang ditumpuk di luar pintu," jelas Rianto.

Pengusiran itu merupakan buntut dari kebijakan Kementerian Sosial mengubah fungsi Panti Wyataguna menjadi Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyataguna. "Kami bukan mengusir mereka. Kami melakukan sesuai aturan yang berlaku dari Kementerian Sosial," kilah Kepala Balai Wyataguna, Sudarsono.

Dia mengaku penghentian layanan dilakukan pihak Wya-taguna mengacu pada Per-aturan Pemerintah RI Nomor 39 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial. Aturan ini pun memuat tentang rehabilitasi dan proses terminasi atau pengakhiran layanan.

Di lokasi Panti Wyataguna, Kementerian Sosial akan membangun balai rehabilitasi sosial penyandang disabilitas netra bertaraf internasional. "Ada perubahan mekanisme layanan yang harus dijalankan. Dulu panti bisa menampung mereka hingga 2-3 tahun, sekarang jauh lebih singkat," tandas Sudarsono.

Kini, Rianto hanya bisa berharap ada kepedulian dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. "Kami berharap pengelolaan Wyataguna dise-rahkan ke pemerintah daerah, sehingga nasib kami ini lebih jelas," keluhnya.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum memastikan pihaknya bisa membantu Rianto dan teman-temannya. "Dinas Sosial Jabar punya panti di Cibabat, Cimahi, yang siap menampung mereka. Fasilitasnya sama dengan di Wyataguna."

Gubernur Ridwan Kamil juga mengaku sudah membahas soal ini. "Kami tidak akan membiarkan mereka." (Eriez M Rizal/N-2)

Baca Juga

MI/Djoko Sardjono

Kasus Positif Covid-19 di Klaten Bertambah 21 Orang

👤Djoko Sardjono 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 02:00 WIB
Sebanyak 718 orang sembuh, 118 menjalani perawatan di rumah sakit/isolasi mandiri, dan 31 orang meninggal...
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Gubernur Sumut Larang Warganya Jual Sertifikat Tanah dari Jokowi

👤Yoseph Pencawan 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 23:50 WIB
Edy mengingatkan agar sertifikat yang telah diberikan dapat dijaga dengan baik dan diperuntukkan bagi usaha pertanian dan...
Ist

DPW NasDem Sulteng Bantu Siswa Belajar Daring

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 21:45 WIB
Gerakan itu akan dilakukan secara serentak yang menghasilkan 23 spot wifi gratis se-Kota Palu. Mulai dari Kecamatan Palu Barat, Palu Timur,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya