Kamis 16 Januari 2020, 04:10 WIB

Rizky Ardi Nugroho Berbagi Pengalaman Melihat Horor

Melalusa Susthira Khalida | Humaniora
Rizky Ardi Nugroho Berbagi Pengalaman Melihat Horor

MI/MI/M IRFAN
Rizky Ardi Nugroho

 

TAICHING : Berawal dari pengalaman 'Rumah Eyang', mengantarkan Rizky menjadi podcaster cerita horor.

SUARA mencekam dan cerita yang menegangkan menarik untuk didengarkan. Meski ada rasa takut, rasa penasaran untuk mendengarkan cerita horor hingga akhir lebih kuat. Cerita yang jelas mengantarkan kita membayangkan situasi horor yang tengah dihadapi si penutur.

Ketegangan itu dirasakan saat mendengarkan suara Rizky Ardi Nugroho yang dikenal dengan nama Mizter Popo di podcast Do You See What I See (DYSWIS), yang tengah merajai Top Podcast Indonesia di Sportify.

Pria kelahiran Salatiga, Jawa Tengah, itu sudah mengudara tahun 2018 menceritakan pengalamannya berhadapan dengan situasi horor. Rekaman audio belasan menit itu membuat pendengarnya ingin tahu lokasi pengalaman horor yang diceritakan si penutur, namun tak disebutkan secara pasti lokasinya dalam cerita.

Bertempat di Cilandak, Media Indonesia bertemu Rizky sebelum mengisi kelas produksi Podcast, Sabtu (11/1). Rizky mengungkapkan berkecimpung di dunia podcast dan horor setelah tampil di channel Youtube Komika Raditya Dika. Raditya yang merupakan temannya di SMA 70 Jakarta itu membuat video berjudul Paranormal Experience: Rumah Terseram di Jogja pada 2018. Dalam video itu mereka bercerita pengalaman horor mereka saat menginap di rumah eyang Rizky saat berkuliah di Yogyakarta.

Tak disangka, video cerita horor itu mendapat animo yang luar biasa dan trending di YouTube. Pria yang mengaku bukan indigo itu menerima banyak tawaran, termasuk rumah produksi untuk memfilmkan kisah horor Rumah Eyang.

"Itu enggak ada script, enggak ada briefing, ngobrol cerita, dan ternyata rame. Pertama kali gara-gara Radit itu (YouTube), hari pertama trending di YouTube. Kemudian Radit bilang 'ayo kita coba bikin ceritanya diterusin karena waktu itu kan viral banget'," ungkap Rizky.

Antusiasme cerita horor Rumah Eyang ternyata tinggi dan sampai diperpanjang hingga lima seri. Efek dari seri itu, Rizky mendapatkan banyak permintaan melanjutkan kembali cerita horor. Guna merespons permintaan, Rizky pun bercerita horor melalui Instagram, dan kembali menjadi trending.

"Akhirnya karena followers banyak nge-DM-in (direct message) saya, neror saya, ke mana aja mereka kenal, terus ayo dong cerita lagi. Pertama kali saya coba cerita di Instagram live, waktu itu juga baru, setiap kali saya live kayak selalu top IG (Instagram) live," ujarnya.

Podcast

Sayangnya, video di Instagram hanya bertahan 24 jam. Rizky mengaku bosan dan menjajal podcast melalui platform Anchor. Podcast layaknya rekaman audio episodik atau blog berbentuk audio yang membahas obrolan ringan, mulai dari bisnis sampai politik.

Saat pertama kali bereksperimen, Rizky membuat podcast bersama dua temannya membahas wirausaha 'Cerita Usaha'. Podcast yang masih mengudara ini meraup ribuan pendengar dan mendapatkan tawaran kerja sama mengisi workshop kewirausahaan.

Tidak berhenti di situ, Rizky pun bereksperimen membuat podcast kajian agama Tegar di Atas Sunnah. Sayang kurang mendapat sambutan dan hanya berumur jagung. Seperti pepatah 'pengalaman adalah guru terbaik', Rizky akhirnya memutuskan melanjutkan cerita horornya yang mendapat animo tinggi, lewat medium podcast.

"Akhirnya saya iseng bikin tiga episode Do You See What I SEE, 2018, lima hari saya upload enggak tahunya di Spotify trending. Saya masuk peringkat ke-6 Spotify, cerita usaha saya enggak ada di mana-mana (charts). Jadi kayak wah ternyata orang emang nyari horor," tukasnya.

Rizky mengaku memilih Podcast, karena sederhana dan tidak perlu banyak alat penunjang. Di luar hal teknis, Rizky mengaku lebih senang mengandalkan kekekuatan bercerita (story telling). Menurutnya, mendengarkan cerita horor lewat audio berkesan dan mengingatkan pengalamannya saat kecil mendengarkan kisah horor di radio setiap malam Jumat.

"Karena podcast itu platform audio on demand yang tidak terlalu demanding, maksudnya alatnya cuma pakai HP, rekaman biasa, kita editing sedikit," ungkapnya.

Agar tidak sekadar narasi, Rizky menambahkan suara latar atau efek horor, guna membangun suasana lebih hidup. Ternyata responnya banyak, podcast DYSWIS banyak menerima cerita horor dari pendengarnya, bahkan dalam sehari ia bisa menerima 20 cerita melalui surel.

Dengan banyaknya permintaan, Rizky sempat kewalahan menjalankan podcast seorang diri. Pria 35 tahun itu akhirnya dibantu dua orang untuk menyortir dan mengedit rekaman kisah horor yang masuk dari kontributor. Rizky pun bertindak sebagai chief editor dan terlibat dalam setiap penayangan cerita.

"DYSWIS menurut saya cukup berbeda karena original dari penceritanya langsung, semuanya kisah nyata, orangnya yang mengalami yang bercerita. Jadi saya sifatnya sekarang mungkin kayak lebih ke publisher buku, ada editornya," terang Rizky.

Lebih dari 200 episode cerita horor mengudara, yang tayang lima kali dalam seminggu. Namun, Rizky mengaku podcast tidak memberikan revenue source. Pasalnya sistem monotize dan iklan di podcast belum ada. Meski begitu, podcast membuka peluang bagi Rizky dengan cara berbeda, seperti menjadi pembicara di workshop, penerbitan buku, dan film. "Podcast enggak ada duitnya, enggak ada revenue source, enggak ada iklan. Mungkin eranya podcast sekarang, seperti YouTube waktu zaman awal belum ada monotize," ujarnya.

Melihat podcast yang kini semakin banyak didengar dan dinikmati, Rizky optimistik dunia podcast di Indonesia semakin maju. Ia mengatakan regulasi lebih lanjut terkait sistem monotize dan iklan akan segera dibuat. "Optimistis karena sekarang masih baby banget dan growth-nya luar biasa banget, saya yakin kalau semakin rame, brand akan semakin lihat," tuturnya.

Youtube

Tahun 2019, DYSWIS resmi membuka channel Youtube. Meski awalnya enggan karena masalah teknis, DYSWIS membuka channel dengan tetap mempertahankan dan mengandalkan kekuatan bertutur cerita lewat audio ketimbang mengedepankan visual.

Tak sampai setahun, channel YouTube DYSWIS mengantongi silver play button dengan subscribers mencapai 237 ribu. Rizky menyebut pendapatannya dari YouTube cukup menjanjikan dari AdSense. Pendapatan yang mencapai puluhan juta per bulan itu digunakan untuk biaya operasional DYSWIS, termasuk membayar dua orang tim editingnya, serta insentif bagi kontributor yang ceritanya digunakan.

"Jelas menjanjikan, cuma saat ini perlu struggle. Kalau beberapa Youtuber yang terlihat bergelimang itu followers-nya sudah jutaan. Kalau di level puluhan ribu sampe ratusan ribu (subscribers) ya mungkin cukup operasional. Selalu puluhan (juta per bulan), cukup menjanjikan sih," jelas Rizky.

Selain meningkatkan insentif bagi kontributor, Rizky mengaku mengajak mereka terlibat dalam proyek penulisan buku. Ia juga memberikan kesempatan berkomunikasi langsung saat DYSWIS mengudara.

"Jadi mereka punya fans, mereka jadi micro influencer juga, ada yang jadi selebgram juga gara-gara bercerita di DYWIS, podcaster, youtuber juga. Jadi buat saya ini kerjaan bersama sih," pungkasnya. (M-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More