Kamis 16 Januari 2020, 02:55 WIB

Kemenag Lakukan Mitigasi Potensi Radikalisme di Madrasah

MI | Humaniora
Kemenag Lakukan Mitigasi Potensi Radikalisme di Madrasah

Ilustrasi
Radikalisme

 

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) bersama Setara Institute menggelar pelatihan penguatan pemahaman moderasi beragama. Pelatihan ini dilakukan untuk mitigasi potensi radikalisme di lembaga pendidikan keagamaan di Indonesia.

Kegiatan yang diikuti sejumlah kepala madrasah, pengawas, dan guru mata pelajaran agama di madrasah se-Kabupaten/Kota Cirebon bertema Pencegahan dan penanganan radikalisme bagi kepala madrasah, pengawas, dan guru madrasah.

"Kementerian Agama secara kelembagaan berkomitmen sebagai garda terdepan moderasi beragama dan mencegah paham radikalisme di Tanah Air. Tutup rapat celah radikalisme dan juga tindakan korupsi," kata Sekretaris Itjen Kemenag, Muhammad Tambrin, kemarin.

Ia menyebutkan, konsentrasi terbesar aparatur sipil negara (ASN) Kemenag ada di madrasah sebab penting untuk memitigasi potensi-potensi yang terpapar radikalisme. "Madrasah sebagai ujung tombak pendidikan karakter generasi muda, hendaknya lebih intens mengampanyekan moderasi beragama," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Setara Institute, Ismail Hasani, menjelaskan kegiatan ini bertujuan agar kepala madrasah, pengawas, dan para guru memahami arti penting moderasi beragama. Penguatan pemahaman ini menjadi bagian dari upaya Kemenag dalam pencegahan tindakan intoleransi dan radikalisme, khususnya di lingkungan madrasah. "Di pelatihan ini, peserta dibekali wawasan terkait dengan kebinekaan, moderasi beragama, dan Islam yang rahmatan lil 'alamin oleh para fasilitator yang di antaranya terdiri dari auditor," jelas Ismail.

Melihat dari potensi radikalisme sekarang ini, ia merasa perlu terlibat langsung untuk memastikan radikalisme tak kian berkembang. "Beberapa tahun belakangan virus konservatisme dan pendangkalan berpikir cukup masif terjadi. Hal ini perlu kita antisipasi, di antaranya dengan pelatihan yang melibatkan pihak madrasah," pungkasnya. (Ifa/RO/H-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More