Rabu 15 Januari 2020, 23:40 WIB

Taiwan Desak Tiongkok untuk Ubah Kebijakan

Taiwan Desak Tiongkok untuk Ubah Kebijakan

AFP
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen

 

PRESIDEN Taiwan Tsai Ing-wen mendesak Tiongkok untuk meninjau kembali kebijakan Tiongkok terhadap negaranya. Seruan itu datang beberapa hari setelah Tsai Ing-wen memenangi pemilihan kembali presiden Taiwan dengan telak. Teguran itu disebut dapat memicu ketegangan lebih lanjut dengan Beijing.

"Kami berharap Tiongkok dapat memahami pendapat dan keinginan rakyat Taiwan yang ditunjukkan dalam pemilu dan meninjau kebijakan mereka saat ini," kata Tsai kepada wartawan di Taipei.

Beijing selama ini masih menganggap Taiwan sebagai wilayah mereka dan telah mencoba ancaman militer dan dorongan ekonomi untuk membuat pulau tersebut menerima aturan Tiongkok.

Namun, Taiwan mengatakan wilayahnya ialah negara merdeka dengan nama resmi Republik Tiongkok.

Tsai Ing-wen juga memperingatkan Beijing bahwa segala upaya yang dilakukan untuk menyerang Taiwan akan sangat berisiko.

Menurut dia, Taiwan tidak perlu mengumumkan kemerdekaan secara resmi karena pulau itu sudah berjalan sendiri.

Tsai meminta Beijing untuk menghentikan setiap kampanye dan upaya militer terhadap Taiwan dan menghormati gagasan bahwa hanya 23 juta penduduk pulau itu yang berhak menentukan sendiri masa depan pulau itu.

Menang telak

Para pemilih Taiwan mengirim isyarat atau teguran keras atas kampanye Beijing untuk mengisolasi pulau yang diperintah sendiri itu. Ketidaksukaan akan Beijing tersebut mendorong warga memilih Tsai sebagai pemimpin perempuan untuk masa jabatan kedua.

Hasil resmi Pilpres Taiwan menunjukkan Tsai memperoleh 57% suara dengan memecah rekor 8,2 juta suara, 1,3 juta lebih banyak dari pada kemenangannya di Pilpres 2016.

Selama beberapa dekade, Taiwan pernah mengalami masa kediktatoran Chiang Kai-shek. Namun, Taiwan lalu berubah menjadi salah satu negara demokratis di Asia meski hanya diakui beberapa negara. (AFP/CNA/Hym/Rif/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More