Rabu 15 Januari 2020, 22:50 WIB

Sidang Pemakzulan Trump Dimulai Selasa Depan

Rifaldi Putra Irianto | Internasional
Sidang Pemakzulan Trump Dimulai Selasa Depan

AFP
Ketua Fraksi Republik di Senat, Mitch McConnell.

 

SIDANG Pemakzulan terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kemungkinan akan digelar pada Selasa pekan depan. Demikian ditegaskan Ketua Fraksi Republik di Senat, Mitch McConnell.

Sejumlah saksi yang akan dihadirkan kemungkinan akan disumpah terlebih dulu pada pekan ini, McConnell berharap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS untuk mengirim dokumen pemakzulan kepada mereka pada Rabu,(15/1).

“Kami meyakinkan jika hal itu terlaksana, kami akan melakukan proses permulaan pekan ini, termasuk mendatangkan hakim agung untuk mengambil sumpah sejumlah anggota senat dan melakukan persiapan lainnya,” kata McConnell.

“Kami berharap bisa mencapai kesepakatan untuk memulai sidang pemakzulan pada Selasa pekan depan,” imbuhnya.

Jika tidak ada hambatan, Ketua Mahkamah Agung John Roberts pada hari Kamis atau Jumat mendatang akan memimpin persidangan, dan kemungkinan besar sidang pemakzulan tersebut akan berlangsung dua pekan atau lebih sampai pertengahan Februari.

Sementara itu Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengharapkan sidang pemakzulan tersebut dapat digelar dengan adil dan jujur. Ia juga menginginkan Senat dapat memanggil seluruh saksi dan meminta dokumen dari Gedung Putuh yang dianggap penting untuk memperjelas semuanya.

“Rakyat Amerika berhak atas kebenaran, dan konstitusi menuntut pengadilan. Presiden dan para Senator akan dimintai pertanggungjawaban,” ucap Pelosi.

Presiden Trump menggunakan unjuk rasa di Wisconsin pada Selasa malam untuk mencaci Demokrat karena mengejar kepalsuan, sementara dia sibuk dengan masalah yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari .

“Sementara kami menciptakan pekerjaan dan membunuh teroris, Demokrat di Kongres menyia-nyiakan waktu Amerika dengan tipuan gila dan perburuan penyihir gila,” kata Trump kepada para pendukung.


Bukti Baru

Sebelumnya, Anggota Demokrat DPR yang memimpin investigasi Trump, Adam Schiff mengumumkan bahwa pihaknya telah menerima bukti baru yang mendukung tuduhan pemakzulan Trump dan akan segera membawanya ke Senat.

Bukti yang dimaksud Schiff merupakan rekaman telepon yang diberikan oleh Lev Parnas seseorang yang diduga bekerja sama dengan pengacara Trump, Rudy Giuliani dalam skema yang diduga menekan pemerintah Ukraina atas politik kotor Trump dari Demokrat. “Rekaman itu menunjukan bahwa ada lebih banyak bukti yang relevan dengan skema Presiden, tetapi mereka telah disembunyikan oleh Presiden sendiri,” kata Schiff.

“Tidak mungkin ada persidangan penuh dan adil di Senat tanpa dokumen yang ditolak Presiden Trump untuk diberikan kepada kongres,” sambungnya.

Trump akan menjadi Presiden ketiga dalam sejarah AS yang akan diadili untuk mempertaruhkan jabatannya.

Tetapi keyakinan sangat tidak mungkin, mengingat kontrol Republik di Senat 53-47 anggota, sementara ambang batas suara harus mencapai dua pertiga jumlah keseluruhan untuk dapat membuktikan Trump bersalah.

Namun demikian, McConnell membantah bahwa pihaknya akan mencoba untuk mencegah jalannya persidangan.

“Ada sedikit atau tidak ada sentimen untuk gerakan pemberhentian, Anggota kami merasa bahwa kami memiliki kewajiban untuk mendengarkan argumen,” sebut McConnell. (AFP/I-1)

Baca Juga

Dok.Istana Kepresidenan

Politik Luar Negeri yang Konsisten Sebabkan RI Mitra Penting AS

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 17:50 WIB
MENGHADAPI tantangan stabilitas dan keamanan baik di kawasan maupun global yang terus meningkat, Indonesia tetap konsisten untuk...
AFP/Manjunath Kiran

Susul AS, Kasus Covid-19 di India Tembus 8 Juta Orang

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 17:47 WIB
Meski kasus positif sangat tinggi, namun tingkat kasus kematian akibat covid-19 di India relatif rendah. Sampai saat ini, jumlah kasus...
AFP/Atta Kenare

Tolak Sikap Macron, Mahasiswa Iran Demo di Kedubes Prancis

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 16:46 WIB
Demonstran membawa poster dan spanduk bertuliskan pesan tegas, yang menentang pernyataan kontroversial dari Presiden Prancis Emmanuel...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya