Rabu 15 Januari 2020, 18:05 WIB

Holding BUMN Asuransi Akan Kembalikan Dana Nasabah Jiwasraya

Andhika prasetyo | Politik dan Hukum
Holding BUMN Asuransi Akan Kembalikan Dana Nasabah Jiwasraya

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Menteri BUMN Erick Thohir mengunjungi korban banjir di Gelanggang Olahraga Cengkareng, Jakarta, Minggu (5/1/).

 

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengungkapkan salah satu tujuan dari skema holding perusahaan negara bidang asuransi ialah mengembalikan dana nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Dengan melakukan holding, lanjut Erick, BUMN asuransi akan memiliki cashflow awal sebesar Rp 2 triliun. Dalam waktu empat tahun saja, dana yang terakumulasi bisa mencapai Rp 8 triliun.

Sebelumnya, Jiwasraya juga telah membentuk sejumlah anak usaha, yakni PT Jiwasraya Putra bersama PT Bank Tabungan Negara, PT Pegadaian, PT Kereta Api Indonesia dan PT Telkomsel.

Pembentukan anak usaha itu sudah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Keempat anak perusahaan yang terlibat nantinya bertindak sebagai distributor dari produk yang dijual Jiwasraya Putra.

"Untuk anak usahanya sendiri, kita akan lepas kepada investor strategis. Nilai investasinya berkisar Rp 1-3 triliun," ujar Erick di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/1).

Baca juga: Kasus Jiwasraya, Pemerintah Bentuk Holding Asuransi

Masih terkait holding, terdapat juga sejumlah aset saham dari berbagai perusahaan asuransi dengan valuasi sebesar Rp 3 triliun.

"Dengan dana yang terkumpul itu, kita akan kembalikan dana nasabah secara bertahap," pungkasnya.

Proses holdingisasi diketahu masih berjalan. Dia memprediksi pelaksanaannya baru bisa berjalan pada pertengahan Februari mendatang.

"Kita memang harus ikuti sejumlah langkah dari pembentukan holding itu," papar Erick.

Dia menambahkan Kementerian BUMN akan melakukan restrukturisasi usaha dengan cara memperbaikan model bisnis Jiwasraya secara internal.

"Yang semula bunganya tinggi, kita ubah jadi bunga yang real. Kalo bunganya benar kan cashflow akan terjamin," tutupnya.(OL-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More