Rabu 15 Januari 2020, 16:24 WIB

Ipsos Temukan Masyarakat Mulai Terbiasa Bayar Secara Nontunai

mediaindonesia.com | Ekonomi
Ipsos Temukan Masyarakat Mulai Terbiasa Bayar Secara Nontunai

MI/Dero
Ipsos memaparkan kebiasaan masyarakat dalam menggunakan pembayaran nontunai.

 

Ipsos menemukan bahwa masyarakat saat ini sudah mulai terbiasa melakukan pembayaran secara nontunai. Temuan Ipsos ini berdasarkan survei daring terhadap 1.000 responden di beberapa wilayah di Indonesia yaitu Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara.

Ipsos Indonesia, perusahaan riset pemasaran independen, meluncurkan riset seputar kebiasaan masyarakat Indonesia terhadap penggunaan alat pembayaran digital. Dalam survei yang dilakukan terhadap 1.000 responden yang bermukim di pulau Jawa (66%), Sumatra (21%), Kalimantan (6%), Sulawesi (4%), Bali (4%) dan Nusa Tenggara (1%), terungkap beberapa fakta menarik. Yaitu bahwa sebanyak 25% responden menggunakan digital payment karena memberikan pengalaman yang menyenangkan dan sebanyak 26% karena merasa lebih aman, nyaman dan yakin.

Hal ini diungkapkan dalam ajang Ipsos Marketing Summit 2020: Indonesia The Next Cashless Society hari ini. 

“Latar belakang adanya survei ini terkait adanya fenomena cashless society di Indonesia. Di mana menurut data dari Bank Indonesia, selama tahun 2019 saja telah terjadi 4,7 juta jumlah transaksi cashless dan 128 triliun volume transaksi cashless di Indonesia, sehingga evolusi pembayaran sudah terjadi dengan pesatnya,” ungkap Soeprapto Tan, Managing Director Ipsos Indonesia. 

Studi The Next Cashless Society memfokuskan diri pada penelitian kebiasaan masyarakat baik milenial dan nonmilenial dalam menggunakan pembayaran non tunai. Studi ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner online kepada responden online panel dari Ipsos pada bulan Desember 2019 di seluruh Indonesia.

Alasan menggunakan online panel adalah karena online panel ini memiliki akses ke internet sehingga bisa dikatakan online panel adalah masyarakat online (netizen). 

Hasil studi ini menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya menggunakan satu jenis dompet digital. Hanya sebanyak 21% saja. Sementara 28% menggunakan dua jenis dan 47% menggunakan tiga jenis atau lebih. Dan dompet digital yang paling banyak digunakan adalah OVO dan Gopay.

Penelitian juga mengungkapkan pola kebiasaan masyarakat dalam menggunakan kartu nontunai. Terungkap e-Money dan Flazz merupakan kartu yang paling sering digunakan dalam bertransaksi. Sebanyak 47% hanya memiliki satu kartu, 30% memiliki dua kartu, dan 23% memiliki tiga atau lebih kartu nontunai.

Penggunaan nontunai ini dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan berbagai transaksi keuangan seperti berbelanja online, membayar tagihan listrik, membayar makanan di restoran, membayar penggunaan alat transportasi, menonton bioskop, dan berbagai layanan perbankan digital.

Motivasi penggunaan alat pembayaran nontunai

Di dalam studi ini terungkap beberapa segmen karakter konsumen dalam menggunakan alat pembayaran nontunai. Yakni konsumen yang tidak takut akan pembayaran nontunai (reassure), konsumen yang menikmati pembayaran nontunai dan memperkaya hidup (encourage), serta konsumen yang beranggapan bahwa pembayaran nontunai adalah hal baru yang mengikuti perkembangan zaman (inspire).

Di segmen reassure, sebanyak 26% responden merasa yakin, aman, dan nyaman dalam menggunakan pembayaran nontunai. Sebanyak 19% menggunakan pembayaran nontunai karena efisiensi dan dapat mengontrol pengeluaran mereka.

Di segmen encourage, sebanyak 25% responden menggunakan pembayaran nontunai karena mereka menikmatinya dan hal tersebut dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan. Serta sebanyak 9% responden menggunakan pembayaran nontunai untuk membangun hubungan dengan orang lain.

Di segmen inspire, sebanyak 11% respondennya adalah para pengguna baru yang menggunakan nontunai untuk mendapatkan berbagai keuntungan. Serta 10% respondennya adalah konsumen yang menginginkan produk nontunai yang lebih mumpuni serta memudahkan.

“Dari hasil studi tersebut terlihat bahwa masyarakat kita saat ini sudah mulai terbiasa dengan pembayaran nontunai dalam kehidupan mereka sehari-harinya. Dengan berbagai motivasi dibalik penggunaan nontunai tersebut menunjukkan bahwa di ke depannya jumlah pengguna layanan ini akan semakin melesat, dan hal ini harus disiapkan ekosistem yang mumpuni baik dari sisi pemerintah, infrastruktur dan juga swasta,” tutup Soeprapto Tan. (RO/OL-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More