Rabu 15 Januari 2020, 16:00 WIB

Angka Ketimpangan di Indonesia Alami Penurunan

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Angka Ketimpangan di Indonesia Alami Penurunan

Antara
Potret kemiskinan di wilayah DKI Jakarta.

 

ANGKA gini ratio Indonesia pada September 2019 tercatat 0,380 poin, atau turun 0,002 poin dibandingkan Maret 2019 sebesar 0,382. Dilihat secara tahunan, angka gini ratio periode September 2019 juga turun 0,004 poin dari periode September 2018 sebesar 0,384.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, saat memaparkan data terbaru di kantor BPS, Rabu (15/1). Dia mengatakan BPS menggunakan indikator gini ratio dan distribusi pengeluaran dari Bank Dunia.

"Koefisien gini berdasarkan kurva lorenz yang merupakan pengeluaran kumulatif, membandingkan distribusi nilai pengeluaran konsumsi dengan distribusi uniform yang mewakili presentase kumulatif penduduk," jelas Suhariyanto.

Lebih lanjut, dia menjelaskan gini ratio di daerah perkotaan pada September 2019 tercatat 0,391 atau turun 0,001 poin dibandingkan periode Maret 2019. Namun, angka gini ratio daerah perkotaan periode September 2019 itu tidak mengalami perubahan dari September 2018.

Sementara itu, gini ratio daerah pedesaan pada September 2019 tercatat 0,315 atau turun 0,002 poin, dibandingkan gini ratio Maret 2019 sebesar 0,317 poin. Gini ratio September 2019 juga mengalami penurunan bila dibandingkan September 2018 yang mencapai 0,319.

"Berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, distribusi pengeluaran pada kelompok 40% terbawah sebesar 17,71%. Hal ini berarti pengeluaran penduduk pada September 2019 berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah," paparnya.

Dirinci berdasarkan wilayah, gini ratio daerah perkotaan tercatat 16,90%. Bisa dikatakan ketimpangan di wilayah urban tergolong mdoerat. Sementara untuk daerah perdesaan tercatat 20,66%, yang berarti tergolong dalam kategori ketimpangan rendah.

"Usaha untuk menurunkan ketimpangan memang membutuhkan upaya luar biasa. Untuk menurunkan ketimpangan tidak bisa dilakukan seketika. Saya pikir kejadiannya hampir sama di semua negara, di mana ketimpangan yang ada di kota lebih tinggi dan lebih kasat mata," pungkas Suhariyanto.(OL-12)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More