Rabu 15 Januari 2020, 15:54 WIB

Sidang Trump Kemungkinan digelar Selasa Depan

Rifaldi Putra Irianto | Internasional
Sidang Trump Kemungkinan digelar Selasa Depan

AFP
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

 

SIDANG Pemakzulan terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kemungkinan akan digelar pada Selasa pekan depan ungkap Ketua Fraksi Republik di Senat, Mitch McConnell.

Seperti dilansir AFP, sejumlah saksi yang akan dihadirkan kemungkinan akan disumpah terlebih dulu pada pekan ini, McConnell berharap Dewan Perwakilan untuk mengirim dokumen pemakzulan kepada mereka pada Rabu,(15/1).

"Kami meyakinkan jika hal itu terlaksana, kami akan melakukan proses permulaan pekan ini, termasuk mendatangkan hakim agung untuk mengambil sumpah sejumlah anggota senat dan melakukan persiapan lainnya," kata McConnell, serta berharap bisa mencapai kesepakatan untuk memulai sidang pemakzulan pada Selasa pekan depan.

Jika tidak ada hambatan, Ketua Mahkamah Agung John Roberts pada hari Kamis atau Jumat mendatang diperkirakan akan memimpin persidangan, dan kemungkinan besar sidang pemakzulan tersebut akan berlangsung dua pekan atau lebih sampai pertengahan Februari.

Sementara itu, Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengaharapkan sidang pemakzulan tersebut dapat digelar dengan adil dan jujur. Ia juga menginginkan Senat dapat memanggil seluruh saksi dan meminta dokumen dari Gedung Putuh yang dianggap penting untuk memperjelas semuanya.

"Rakyat Amerika berhak atas kebenaran, dan konstitusi menuntut pengadilan. Presiden dan para Senator akan dimintai pertanggungjawaban," ucap Pelosi.

Trump akan menjadi Presiden ketiga dalam sejarah AS yang akan diadili untuk mempertaruhkan jabatannya.

Tetapi keyakinan sangat tidak mungkin, mengingat kontrol Republik di Senat 53-47 anggota, sementara ambang batas suara harus mencapai dua pertiga jumlah keseluruhan untuk dapat membuktikan Trump bersalah.

Namun demikian, McConnell membantah bahwa pihaknya akan mencoba untuk mencegah jalannya persidangan.

"Ada sedikit atau tidak ada sentimen untuk gerakan pemberhentian, Anggota kami merasa bahwa kami memiliki kewajiban untuk mendengarkan argumen," sebut McConnell.

Sebelumnya, Anggota Demokrat DPR yang memimpin investigasi Trump, Adam Schiff mengumumkan bahwa pihaknya telah menerima bukti baru yang mendukung tuduhan pemakzulan Trump dan akan segera membawanya ke Senat.

Bukti yang dimaksud Schiff merupakan rekaman telepon yang diberikan oleh Lev Parnas seseorang yang diduga bekerja sama dengan pengacara Trump, Rudy Giuliani dalam skema yang diduga menekan pemwrintah Ukraina atas politik kotor Trump dari Demokrat.

"Rekaman itu menunjukan bahwa ada lebih banyak bukti yang relvan sengan skema Presiden, tetapi mereka telah disembunyikan oleh Presiden sendiri," kata Schiff.

"Tidak mungkin ada persidangan penuh dan adil di Senat tanpa dokumen yang ditolak Presiden Trump untuk dibwrikan kepada kongres," sambungnya.

Dapat diketahui, Trump dimakzulkan pada 18 Desember ketika DPR memilih untuk secara resmi mendakwanya dengan tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dengan secara ilegal dengan mencari bantuan Ukraina untuk kampanya pemilihannya kembali.

Ia dituduh meminta bantuan ke Ukraina untuk menekan Kiyv menginvestigasi mantan wakil presiden Joe Biden, yang merupakan pesaingnya dalam pemilihan presiden 2020 dari partai demokrat.

Tak hanya itu, Trump juga didakwa melakukan penghalangan karena menahan saksi dan dokumen dari investigasi pemakzulan DPR dengan menentang panggilang pengadilan kongres. (AFP/OL-11)

Baca Juga

AFP/STR

Dua Kasus Covid-19 di Tianjin Disebut Berasal dari Kepala Babi

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 25 November 2020, 12:54 WIB
Tiongkok mengatakan telah berulang kali mendeteksi virus dalam daging dan kemasan...
AFP/Saeed KHAN

New South Wales akan Perlonggar Pembatasan Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 25 November 2020, 12:34 WIB
NSW, negara bagian terpadat di Australia, mulai 1 Desember akan mengizinkan restoran, pub, dan kafe untuk meningkatkan...
Natalia KOLESNIKOVA / AFP

Vaksin Covid-19 Rusia Sputnik Diklaim 95% Manjur

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 25 November 2020, 11:32 WIB
Hasil Sputnik dihitung setelah 42 hari penelitian di mana 19 ribu peserta menerima dua dosis vaksin dan 21 ribu peserta menerima satu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya