Rabu 15 Januari 2020, 10:56 WIB

Pembangkit Jawa Bali Gunakan Palet Kayu Untuk Energi Terbarukan

Bagus Suryo | Nusantara
Pembangkit Jawa Bali Gunakan Palet Kayu Untuk Energi Terbarukan

MI/Bagus Suryo
PLTU Paiton berinovasi menggunakan wood palet bersama batu bara dalam memproduksi listrik.

 

PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) secara bertahap mulai menggunakan wood palet bersama batu bara dalam memproduksi listrik di sejumlah PLTU salah satunya di Paiton, Probolinggo, Jawa Timur. Penggunaan palet kayu itu merupakan wujud komitmen perusahaan terhadap pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

Sekretaris Perusahaan PT PJB, Muhammad Bardan, Rabu (15/1), menjelaskan dalam tahap awal implementasi CoFiring biomassa ditentukan maksimal 5% dari kebutuhan energi total. Sejauh ini, lanjutnya, penggunaan biomassa palet kayu sebesar 110 ton sudah diterapkan di PLTU Paiton 1 dan 2, mampu menghasilkan energi sebesar 2x400 MW. Demikian juga pengujian di PLTU Ketapang, Kalimantan Barat, penggunaan biomassa sebanyak 20 ton limbah sawit atau palm kernel shell menghasilkan energi 2x10 MW.

Menurut perhitungan PJB, apabila seluruh pembangkit PLTU batu bara di Jawa berkontribusi 5% saja dalam pemanfaatan pembangkit biomassa yang tergolong carbon netral, maka akan ada tambahan 1000 MW pembangkit bioenergi di Jawa.

"Sehingga pembangkit thermal batu bara di Jawa akan lebih ramah lingkungan," ujarnya.

baca juga: Pemkot Yogyakarta Akan Terbitkan Regulasi bagi Hotel Virtual

Penggunaan biomassa palet kayu akan terus dikembangkan di unit PLTU batu bara lainnya. Selama Januari 2020 sedang dilakukan pengujian CoFiring di PLTU Indramayu. Nantinya secara bertahap bakal tercapai bauran EBT dari PT PLN sebesar 23% di 2025.

"PJB tentu akan mendukung upaya PT PLN untuk meningkatkan bauran energi EBT menuju pembangkit yang lebih ramah lingkungan," katanya. (OL-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More