Rabu 15 Januari 2020, 12:45 WIB

Pada 2019, Deforestrasi Hutan Amazon Meningkat 85%

Rifaldi Putra Irianto | Internasional
Pada 2019, Deforestrasi Hutan Amazon Meningkat 85%

AFP/CARL DE SOUZA
Seorang petani berjalan di Hutan Hujan Amazon yang habis terbakar

 

PENGGUNDULAN hutan atau deforestasi di hutan hujan Amazon, Brasil utara melonjak 85% pada 2019 meningkat dari 2018 yang mencatat area yang terdeforestasi seluas 4.946 kilometer persegi.

Sekitar 9.166 kilometer persegi luas hutan hujan Amazon terdeforestasi pada 2019, Angka itu menunjukan jumlah tetinggi dalam kurun waktu 5 tahun, menurut Institut Nasional Penelitian Luar Angkasa Brasil.

Berdasarkan data yang dikumpulkan sistem DETER yang merupakan sistem pengawasan deforestasi berbasis satelit, peningkatan ini terjadi setelah kebakaran yabg melanda petak-petak lembah Amazon.

Baca juga: Pengungsi Harap Erupsi Gunung Taal tak Lama

Diketahui, jumlah kebakaran di hutan hujan naik 30% pada 2019, dibandingkan tahun sebelumnya. Yang memicu kemarahan global dan perseteruan diplomatik Jair Bolsonaro dan para pemimpin Eropa.

Atas kejadian tersebut, Human Righ Watch telah meminta Presiden Brasil, Jair Bolsonaro untuk mengembalikan kebijakan lingkungan Brasil yang telah dibongkar secara sistematis oleh pemerintah Bolsonaro, yang menurut mereka telah mempercepat pembukaan lahan dan mendorong serangan terhadap kelompok pembela hutan.

Diketahui, sejak Bolsonaro mengambil alih kekuasaan, Badan Lingkungan menegakan lebih sedikit hukuman. Pemerintah lebih banyak menaruh simpati kepada kelompok penebang pohon dari pada kelompok masyarakat adat yang tinggal di hutan.

Bahkan, sebuah protes International telah mendorong Norwegia dan Jerman menghentikan sumbangan dana bagi Amazon Brasil. Selain itu, ada juga seruan agar Eropa memblokir kesepakatan perdagangan dengan Brasil. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More