Rabu 15 Januari 2020, 10:25 WIB

Polisi Tunggu Hasil Uji Forensik Gedung Roboh Slipi

Antara | Megapolitan
Polisi Tunggu Hasil Uji Forensik Gedung Roboh Slipi

ANTARA/M Risyal Hidayat
Bangunan ambruk di Slipi

 

KEPOLISIAN masih menunggu hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri dalam peristiwa robohnya gedung empat lantai di Jalan Brigjen Katamso, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (6/1).

"Sampai saat ini, kita masih menunggu dari Labfor. Memang ini agak sedikit lama hasilnya karena beberapa sampel yang diambil memang perlu penelitian yang cukup makan waktu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Selasa (14/1).

Yusri menjelaskan Puslabfor kini tengah meneliti kondisi struktur bangunan untuk mencari penyebab robohnya bangunan tersebut.

"Seperti dari kekuatan besinya dan juga komposisi dari adukan cornya, ini yang sementara sedang diteliti Tim Labfor," sambungnya.

Baca juga: DPRD Minta Posisi Pompa Air Ditinggikan Agar Tidak Terendam

Kini, gedung roboh tersebut sudah mulai diratakan sesuai dengan rekomendasi pihak kepolisian dan Basarnas.

Gedung empat lantai tersebut diratakan agar tidak membahayakan warga yang melintas dan karena dinilai tidak aman.

"Sekarang ini pelan-pelan sudah mulai dirobohkan sesuai dengan rekomendasi dari Basarnas dan Puslabfor kemarin," sambungnya.

Sebanyak 11 orang menjadi korban gedung ambruk dan berhasil dievakuasi dan telah dibawa RSUD Tarakan dan RS Pelni Jakarta. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Gedung tersebut roboh pada Senin (6/1) pagi sekitar pukul 09.15 WIB. Gedung tersebut ambles dari lantai teratas sampai lantai kedua gedung.

Sedangkan lantai dasar gedung yang dijadikan minimarket terlihat tidak hancur sepenuhnya. Beberapa kendaraan tampak tertimpa reruntuhan. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More