Rabu 15 Januari 2020, 10:10 WIB

Nama Ridwan Kamil Disebut Dalam Sidang Korupsi Pasar Bermartabat

Eriez M Rizal | Nusantara
 Nama Ridwan Kamil Disebut Dalam Sidang Korupsi Pasar Bermartabat

Antara
Nama Ridwan Kamil disebut-sebut dalam sidang dugaan korupsi aset deposito PD Pasar Bermartabat dengan terdakwa Andri Salman.

 

NAMA Ridwan Kamil disebut-sebut dalam persidangan kasus korupsi aset deposito PD Pasar Bermartabat dengan terdakwa Andri Salman.   Bahkan dalam sidang tersebut, dokumen foto dan berita Ridwan Kamil saat mempromosikan Garam Juara juga diperlihatkan ke majelis hakim.

"Klien kami ini dalam perkara ini bukan atas nama diri sendiri tapi atas nama Pemerintah Kota Bandung. Makanya saat itu Walikotanya Ridwan Kamil mendukung dan ikut promo dan mensosialisasikan program klien kami yang saat itu menjadi Pj Dirut PD Pasar Bermartabat," ujar penasehat hukum terdakwa Andri Salman, Heri Gunawan kepada wartawan di Pengadilan Tipikor Bandung, Selasa (14/1).

Andri Salman didakwa melakukan korupsi sebesar Rp2,5 miliar. Mantan Direktur Umum, Administrasi dan Keuangan merangkap Pj Dirut PD Pasar Bermartabat, diduga menggelapkan aset deposito milik PD Pasar Bermartabat ke bank untuk kepentingan pribadi.

Dalam dakwaan disebutkan uang deposito itu dipakai untuk bisnis garam. Dijelaskan Heri, foto dokumentasi Wali Kota saat itu Ridwan kamil diperlihatkan ke majelis hakim agar majelis hakim melihat dan memahami bahwa memang program pengadaan garam tersebut adalah program pemerintah. Pada saat itu di Kota Bandung sedang dalam krisis
garam. Wali Kota Bandung saat itu Ridwan Kamil mendukungnya. Bahkan garam kemasan tersebut juga dibranding dengan nama Garam Juara.

"Itu kan jelas, nama Garam Juara itu, adalah program Pemkot Bandung untuk mendukung Kota Bandung Juara. Jadi dari mana unsur pribadinya," ujarnya.

Untuk meyakinkan majelis hakim, penasehat hukum pun memperlihatkan kepada hakim, foto Ridwan Kamil sedang memegang Garam Juara dalam bentuk banner, spanduk dan cuitan di Twitter tertanggal 17 Mei 2017.

"Hakim anggota juga, sempat melihat dan komentar terhadap foto itu, terutama foto dokumentasi Ridwan Kamil saat memegang garam juara," ujarnya.

Sementara itu, dalam sidang yang dipimpin oleh Daryanto yang digelar pada Senin (13/1/2020) malam, dihadirkan tiga orang saksi. Para saksi tersebut menyatakan bahwa deposito dicairkan tidak masalah. Malahan selama dijaminkan tetap berjalan bahwa ada keuntungan. Seperti sebelumnya, kasus yang menyeret Andri Salman itu bermula saat
dia meminta seluruh bilyet deposito senilai Rp2,2 miliar kepada bendahara pengeluaran PD Pasar pada 2017.

"Surat-surat berharga itu disimpan di brankas terdakwa dengan alasan untuk mempermudah pengelolaan," ujarJaksa Gani.

baca juga: Wakil Bupati OKU Ditahan Polda Sumsel

Menurut jaksa, setelah surat berharga disimpan, Andri Salman kemudian muncul niat untuk berbisnis garam karena saat itu Kota Bandung sedang mengalami krisis garam. Untuk bisnis garam itu, Andri Salman mengajak Jajang Hariadi selaku Direktur Fast Media Internusa untuk kerjasama pengadaan garam yang diberi nama Garam Juara, sebanyak 400 ton. Bisnis garam ini diindikasikan terjadinya dugaan koruosi. (OL-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More