Rabu 15 Januari 2020, 09:39 WIB

Wakil Bupati OKU Ditahan Polda Sumsel

Dwi Apriani | Nusantara
Wakil Bupati OKU Ditahan Polda Sumsel

Antara
Anggota Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan membawa Wakil Bupati Ogan Komering Ulu Johan Anuar (tengah) usai menjalani pemeriksaan.

 

LANGKAH hukum praperadilan yang diajukan Wakil Bupati Ogan Komering Ulu, Johan Anuar (JA) di Pengadilan Negeri Baturaja ditolak. Hakim pun  menilai penetapan tersangka Johan oleh penyidik Dit Reskrimsus Polda Sumatera Selatan adalah sah. Karena itu, Polda Sumsel kembali meneruskan langkah hukum untuk Wakil Bupati OKU tersebut.

"Gugatan Praperadilan JA di PN Baturaja ditolak majelis hakim pada Senin kemarin. Jadi penyidikan kembali dilanjutkan," kata Direktur Reskrimsus Polda Sumsel Kombes Antony Setyawan, Kamis (15/1).

"Penyidikan kita lanjut dan sudah kita panggil JA untuk pemeriksaan lanjutan," kata dia.

Diketahui, Johan ditetapkan tersangka penyidik Dit Reskrimsus terkait kasus dugaan mark-up tanah kuburan di TPU Baturaja 2012 lalu. Johan Anuar pada saat itu sebagai Ketua DPRD OKU dituding menyebabkan kerugian negara Rp3,49 miliar.

Dalam penetapan tersangka pertama pada 2018, Johan pun mengajukan praperadilan. Johan dinyatakan menang pada kasus tersebut sementara empat orang lainnya terbukti bersalah dan telah divonis. Adapun tersangka yang divonis saat itu adalah Hardiman sebagai pemilik tanah, Najamudin mantan Kepala Dinas Sosial OKU, Ukirtom mantan Sekda, dan  Ahmad Junaidi, Asisten I Setda OKU.

Dan pada Selasa (14/1), Johan menjalani pemeriksaan selama 12 jam dari pukul 09.00 hingga 22.10 WIB. Johan didampingi kuasa hukumnya Titis Rachmawati. Ini adalah panggilan keempat setelah tiga kali pemanggilan, Johan mangkir.

Setelah diperiksa, Johan Anuar langsung dibawa ke ruang tahanan Polda Sumatera Selatan. Johan keluar dengan memakai baju kemeja kotak-kotak dan dikawal penyidik.

"Yang jelas setelah diperiksa ini langsung kami tahan tersangka Johan Anuar," terang Antony.

Sementara itu, kuasa hukum Johan Anuar, Titis menyebut kliennya diperiksa selama 12 jam. Selama diperiksa Johan diketahui drop dan sempat diperiksa dokter RS Bhayangkara Polda Sumsel.

"Sekitar 12 jam diperiksa. Ada sekitar 43 pertanyaan. Semua tidak berbeda jauh dengan pertanyaan sebelumnya di kasus ini," kata Titis.

baca juga: Pembangunan Jalan dan Air Bersih Tetap Prioritas di Flores Timur

Akibat pemeriksaan yang cukup lama itu, Johan dikabarkan drop.

"Tadi sempat drop klien kami dan sempat diperiksa juga sama dokter. Tensi sekitar 180/100, kami sudah minta tidak ditahan, tetapi tetap ditahan," tandasnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More