Rabu 15 Januari 2020, 09:26 WIB

Pembangunan Jalan dan Air Bersih Tetap Prioritas di Flores Timur

Ferdinandus Rabu | Nusantara
Pembangunan Jalan dan Air Bersih Tetap Prioritas di Flores Timur

MI/Ferdinandus Rabu
Pembangunan jalan, instalasi air bersih dan jembatan di Flores Timur masih menjadi prioritas pada 2020.

 

PEMBANGUNAN infrastruktur jalan dan jembatan masih menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur. Untuk 2020 ini, ada tiga bidang proyek fisik yang menjadi perhatian, yaitu infrastruktur jalan dan jembatan, proyek air bersih dan irigasi. Khusus di bidang jalan dan jembatan mendapatkan alokasi anggaran lebih besar dibandingkan dua bidang infrastruktur lainnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Flores Timur, Dominikus Demon saat dikonfirmasi Rabu (15/1), mengakui alokasi anggaran untuk bidang infrastruktur jalan dan jembatan naik dibandingkan tahun sebelumnya, bersumber pada Dana alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU).

"Ada tiga bidang yang menjadi perhatian yaitu infrastrukur jalan dan jembatan, irigasi dan air bersih. Alokasi anggaran untuk bidang infrastruktur jalan dan jembatan masih lebih besar dibandingkan dua bidang lainnya. Jika 2019 lalu dana DAK sebesar Rp17 miliar lebih, maka untuk 2020 ini dana DAK untuk infstruktur jalan dana jembatan naik menjadi Rp23 miliar lebih. Tidak hanya dari dana DAK, sumber dana untuk infrastruktur jalan dan jembatan juga berasal dari DAU sebesar Rp30 miliar lebih," kata Dominikus, Rabu (15/1).

Sedangkan untuk anggaran irigasi pada 2019 sebesar Rp3 miliar di tiga lokasi. Pada tahun ini menjadi Rp4 miliar. Sedangkan untuk pembangunan jaringan air bersih akan dilakukan di Kecamatan Lewolema yang akan dialirkan ke sejumlah desa di wilayah itu, dengan anggaran Rp2 miliar.

Terkait proyek yang masih mangkrak, Dominikus menjelaskan untuk 2019 ada satu proyek yang mangkrak yaitu proyek talud Ekasapta yang tidak selesai dikerjakan.

"Tahun 2019, dari APBD ada satu proyek yang mangkrak dan tidak dilanjutkan yaitu proyek pembangunan talud Ekasapta senilai Rp3 miliar yang tidak dilanjutkan lagi. Sementara proyek lainnya masih terus berjalan dan masih dilanjutkan pada 2020, termasuk paket proyek jalan Oka-Watowiti senilai Rp4 miliar lebih," tambahnya. (OL-3)

Menururt Dominikus, tidak hanya pada bidang jalan dan jembatan, tetapi juga ada ada peningkatan alokasi anggaran untuk bidang irigasi yang bersumber pada dana DAK yang naik menjadi 4 miliar rupiah dari tahun 2019 lalu sebesar 3 miliar lebih. Selain irigasi ada juga alokasi anggaran dari DAU untuk jaringan air bersih.
“Untuk irigasi, tahun 2019 lalu sebesar 3 miliar di tiga lokasi. Tahun 2020 ini, alaokasi anggaran DAK untuk irigasi dari 3 miliar, tahun ini naik menjadi 4 miliar. Selain irigasi, alokasi anggaran untuk air bersih juga berasal Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 2 miliar rupiah yang akan dibangun jaringan air bersih di Kecamatan Lewolema untuk meng-cover sejumlah desa yang tersebar di wilayah tersebut. Jadi untuk tahun ini kegiatan fisik seperti itu, ditambah pula dengan kegiatan non fisik lainya,� ungkap Dominikus.

baca juga: Cari Alternatif Harapan Penyebab Orang Ikut Keraton Agung Sejagat

Terkait proyek yang masih mangkrak, Dominikus menjelaskan untuk 2019 ada satu proyek yang mangkrak yaitu proyek talud Ekasapta yang tidak selesai dikerjakan.

"Tahun 2019, dari APBD ada satu proyek yang mangkrak dan tidak dilanjutkan yaitu proyek pembangunan talud Ekasapta senilai Rp3 miliar yang tidak dilanjutkan lagi. Sementara proyek lainnya masih terus berjalan dan masih dilanjutkan pada 2020, termasuk paket proyek jalan Oka-Watowiti senilai Rp4 miliar lebih," tambahnya. (OL-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More