Rabu 15 Januari 2020, 07:35 WIB

Tujuh Provinsi Dukung Pembangunan Rendah Karbon

OL/N-3 | Nusantara
Tujuh Provinsi Dukung Pembangunan Rendah Karbon

MI/MOHAMAD IRFAN
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa

 

MENTERI Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa terkesan dengan kebijakan yang ditempuh Pemerintah Provinsi Bali dalam melaksanakan pembangunan di wilayahnya. "Dalam pembangunan rendah karbon, Bali sudah satu langkah lebih maju dari pada daerah lain di Indonesia," tuturnya di Denpasar, kemarin.

Beberapa kebijakan yang ia acungi jempol itu, di antaranya pembatasan kantong plastik sekali pakai, larangan penggunaan sedotan plastik dan styrofoam. "Saya juga menyambut rencana Bali memberlakukan sepeda motor dan mobil listrik."

Di Denpasar, Menteri menandatangani nota kesepahaman antara Kementerian PPN/Bappenas, Gubernur Bali, dan Gubernur Riau terkait program Pembangunan Rendah Karbon. Sebelumnya, kesepakatan serupa juga sudah dilakukan kementerian dengan lima daerah, yakni Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Barat, Papua, dan Papua Barat.

Suharso mengungkapkan sebagai salah satu basis utama pembangunan Indonesia di masa mendatang, pembangunan rendah karbon akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan sosial. Pertumbuhan rendah emisi itu akan meminimalkan eksploitasi sumber daya alam.

"Indonesia perlu melaksanakan pembangunan yang tidak hanya memperhatikan pertumbuhan ekonomi. Kita juga perlu mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung SDA dan lingkungan, juga tingkat emisi gas rumah kaca," lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bali I Wayan Koster mengaku siap mendukung program Pembangunan Rendah Karbon. Pihaknya sudah menggulirkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Program itu merupakan upaya untuk mewujudkan Bali yang bersih, hijau dan indah. "Berbagai upaya dan inisiatif telah dilakukan Pemprov Bali. Kami mengintegrasikan program pelestarian lingkungan, penanganan perubahan iklim dan percepatan pertumbuhan ekonomi dengan regulasi berupa pergub," (OL/N-3)

Baca Juga

MI/Dwi Apriani

Was-was Itu Hilang, BBM Satu Harga di Muba jadi Penyelamat

👤Dwi Apriani 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 21:33 WIB
Ada lima dispenser di SPBU tersebut, dengan masing-masing terdapat dua jenis bahan bakar yang dijual. Mulai dari Premium, Bio Solar,...
ANTARA

BPK Selisik Anggaran Penanganan Covid-19 di Medan

👤Yoseph Pencawan 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 21:09 WIB
Tahun ini, Pemkot Medan mengalokasikan dana penanganan Pandemi Covid-19 pada tahun ini sebesar Rp500 miliar yang berasal dari refocusing...
Mi/Supardji Rasban

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Dua Desa di Pangandaran

👤Adi Kristiadi 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 21:09 WIB
Ratusan rumah, sarana ibadah, pendidikan serta kaantor desa di dua desa di Kecamatan Sidamulih dan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Jawa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya