Rabu 15 Januari 2020, 07:25 WIB

Multifungsi di Tol Semarang-Demak

Akhmad Safuan | Nusantara
Multifungsi di Tol Semarang-Demak

Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi

 

DUA keunikan akan muncul di tol Semarang-Demak. Yang pertama, ruas yang menjadi bagian Tol Semarang-Surabaya di jalur pantai utara itu akan memiliki tol layang yang berada di atas Laut Jawa.

Panjangnya mencapai 8 kilometer dengan tinggi 5 meter dari permukaan laut. Yang kedua, tol itu juga akan menjadi bagian dari tanggul laut. Dia bisa berfungsi sebagai pencegah banjir rob yang kerap mendatangi Semarang.

"Tol Semarang-Demak telah memasuki masa pengerjaan konstruksi. Untuk tahap awal, kami memulainya di seksi II, ruas Sayung-Demak sepanjang 16,31 kilometer," ungkap Dirut PT Pembangunan Perumahan Semarang-Demak, Handoko Yudianto, di Semarang, Jawa Tengah, kemarin.

Total ruas tol ini mencapai panjang 27 kilometer, yang terbagi dalam dua seksi. Seksi I menghubungkan Semarang-Sayung. Untuk seksi II, pekerjaan konstruksi ditargetkan tuntas pada akhir 2021. "Lahan yang sudah dibebaskan mencapai 60%," imbuh Handoko saat menemui Gubernur Ganjar Pranowo.

PT PP Semarang Demak merupakan badan usaha yang mengurusi tol ini. Dia dibentuk konsorsium tiga perusahaan, yakni PT PP Perumahan dan Wijaya Karya, serta Misi Mulia Metrical, badan usaha swasta. Total investasi mencapai Rp15,3 triliun, dengan Rp5,4 triliun di antaranya untuk seksi II.

Ganjar berharap seksi I juga segera dibangun. "Saat ini masih terkendala pembebasan lahan. Kami berharap ada percepatan."

Meski sudah menuntaskan Tol Trans-Jawa, Jakarta-Semarang-Solo-Surabaya, pemerintah juga memprogramkan tersambungnya kawasan industri di pantura Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tol sirip ini akan menghubungkan Semarang-Demak-Kudus-Pati-Rembang-Ngasem-Tuban-Surabaya.

Warga di Banjarnegara, Purbalingga, dan Banyumas, Jawa Tengah, juga akan lebih mudah berhubungan dengan rampungnya pembangunan jembatan di Kecamatan Susukan, Banjarnegara. Jembatan yang menuju Bandara Jenderal Besar Soedirman, Wirasaba, Purbalingga, itu membuat warga Banjarnegara tidak perlu memutar lagi untuk menuju Banyumas. "Dengan adanya jembatan itu, akses dari daerah di arah selatan ke bandara semakin mudah," ujar juru bicara Pemkab Purbalingga, Prayitno.

Bangun dermaga

Di Sumatra Barat, meningkatnya animo warga untuk berwisata membuat Pemerintah Kota Padang bergiat membenahi infrastruktur di wilayahnya. Salah satunya dengan membangun dermaga di Sungai Pisang, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, tahun ini.

"Pembangunan dermaga akan memudahkan akses ke sejumlah pulau di perairan Kota Padang. Dermaga akan dibangun terapung dengan dana APBD kota sebesar Rp2,6 miliar," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Medi Iswandi.

Menurut dia, kebutuhan dermaga untuk penunjang fasilitas transportasi pariwisata di kawasan itu sangat penting dan mendesak. Pasalnya, lokasi bakal dermaga merupakan titik terdekat untuk akses menuju sejumlah pulau di perairan Bungus yang memiliki sejumlah objek wisata menarik.

Sementara itu, di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, tahun ini pemerintah kabupaten masih berkonsentrasi membangun jalan dan jembatan, juga proyek air bersih serta irigasi. Tahun ini alokasi anggaran untuk ketiga bidang yang berasal dari dana alokasi khusus dan dana alokasi umum meningkat dari tahun lalu. "Pembangunan jalan dan jembatan mendapat dana lebih besar," papar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dominikus Demon. (LD/YH/FB/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More