Rabu 15 Januari 2020, 07:01 WIB

Persalinan di Bener Meriah Wajib Dilakukan di RS Pemerintah

Antara | Nusantara
Persalinan di Bener Meriah Wajib Dilakukan di RS Pemerintah

MI/RAMDANI
Ilustrasi

 

BUPATI Bener Meriah, Provinsi Aceh, Sarkawi meminta masyarakat setempat untuk melakukan setiap persalinan di rumah sakit pemerintah, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta memastikan proses persalinan berjalan baik.
 
"Untuk Bener Meriah seperti diskusi yang kita lakukan dengan Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bener Meriah bahwa setiap persalinan harus dilakukan di rumah sakit pemerintah, dan tidak ada lagi yang melakukan persalinan di rumah masyarakat," kata Sarkawi, Rabu (15/1).

Lebih lanjut Sarkawi mengatakan angka kematian ibu dan anak di Bener Meriah dalam persalinan terus menurun. Sehingga dia berharap hal itu dapat terus ditekan untuk menyelamatkan setiap persalinan di daerah tanah Gayo itu.
 
"Untuk ratio angka kematian bersalin di Bener Meriah masih ada 12. Dan angka ini sudah menurun bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sementara ibu yang tidak terselamatkan dalam persalinan ada empat orang. Angka-angka ini semuanya harus kita tekan," kata Sarkawi.

baca juga: Derita Balita Diana di Tangan Sang Ayah

Salah satu cara untuk menekan angka kematian ibu saat persalinan, dengan adanya pemerataan tenaga kesehatan dan bidan di setiap wilayah atau desa. Hal itu harus dilakukan agar tidak ada penumpukan tenaga kesehatan atau bidan di wilayah tertentu.
 
"Ini rationya harus dijaga, jangan semuanya menumpuk di Simpang Tiga. Jangan semuanya menumpuk di rumah sakit, jangan semuanya menumpuk di Pante Raya dan Bandar. Ini harus dilakukan pemerataan," tegasnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More