Rabu 15 Januari 2020, 07:45 WIB

Puncak Hujan pada Februari, PAN: Berdoa Saja tidak Banjir Lagi

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Puncak Hujan pada Februari, PAN: Berdoa Saja tidak Banjir Lagi

ANTARA/Muhammad Adimaja
Warga berjalan menggunakan payung saat turun hujan di Jakarta. BMKG memprediski puncak curah hujan akan terjadi pada Februari.

 

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Jabodetabek akan mengalami puncak curah hujan tinggi pada Februari mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dari Fraksi PAN Zita Anjani berharap tidak akan ada banjir lagi.

"Ya kita sama-sama berdoa saja kepada Tuhan Yang Maha Esa mudah-mudahan tidak ada lagi banjir-banjir seperti itu," kata Zita di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (14/1).

Zita sempat menyinggung soal prediksi BMKG yang meleset perihal adanya curah hujan yang tinggi mulai 9 hingga 12 Januari lalu.

Baca juga: Pagi Ini, Seluruh Wilayah Jakarta Bakal Diguyur Hujan

Namun, ia mengatakan dengan adanya sistem peringatan dini atau early warning system, warga bisa terbantu dengan informasi hujan.

"Nah, kita Alhamdulillah ya karena dapat early warning system dari BMKG yang sangat membantu walaupun ada beberapa yang enggak kejadian," kata Zita.

Untuk solusi banjir, dirinya mengusulkan penanganan banjir yang memakai konsep hybrid atau penggabungan konsep antara normalisasi dengan naturalisasi. Dengan adanya konsep tersebut, diyakini bisa mencegah perdebatan.

"Jadi, tidak ada lagi perdebatan normalisasi atau naturalisasi. Karena ada sungai yang bisa dinaturalisasi ada yang bisa dinormalisasi. Jadi pendekatannya itu sesuai situasinya," tutur Zita.

"Kami mau buat suatu rencana yang komprehensif dan juga jangka panjang untuk penanganan banjir. Kami juga sedang menyusun masukan dan program-program untuk (APBD) 2021, khususnya di penanganan banjir," pungkasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More