Rabu 15 Januari 2020, 06:40 WIB

Lakukan Penanganan Pertama Hipotermia untuk Cegah Kematian

(Ata/H-2) | Humaniora
Lakukan Penanganan Pertama Hipotermia untuk Cegah Kematian

Ilustrasi

 

HIPOTERMIA terjadi ketika suhu tubuh menurun drastis hingga di bawah 35 derajat Celsius. Bukan hanya para pendaki gunung, hipotermia juga mengancam para korban banjir yang terlalu lama berada di dalam air.

Kondisi ini tidak dapat dianggap sepele dan berpotensi menyerang siapa saja. Dokter umum dari Rumah Sakit Columbia Asia, Harry Ansis, mengungkapkan menunda-nunda penanganan hipotermia dapat mengakibatkan kematian.

"Jika tidak segera ditangani, hipotermia dapat menyebabkan gagal jantung, gangguan sistem pernapasan, dan bahkan kematian," kata Harry saat ditemui di RS Columbia Asia, Jakarta Timur, Kamis (9/1).

Apabila terkena hipotermia dan denyut nadinya masih ada, imbuhnya, lakukanlah penanganan pertama untuk menyelamatkannya. "Pindahkan ke tempat yang lebih kering dan hangat. Pindahkan secara hati-hati karena gerakan yang berlebihan dapat memicu denyut jantungnya berhenti," ucapnya.

Selanjutnya, jika pakaian yang dikenakannya basah, ganti dengan pakaian yang kering dan tutupi tubuh pasien dengan selimut atau mantel tebal agar hangat.

Jika sadar dan mampu menelan, berikan pasien minuman hangat dan manis, serta berikan kompres hangat dan kering untuk membantu menghangatkan tubuhnya. Letakkan kompres di leher, dada, dan selangkangan.

"Hindari meletakkan kompres di lengan atau tungkai karena malah menyebabkan darah yang dingin mengalir kembali ke jantung, paru-paru, dan otak," katanya.

Selain itu, hindari penggunaan air panas, bantal pemanas atau lampu pemanas untuk menghangatkan penderita hipotermia, karena panas yang belebihan dapat merusak kulit dan menyebabkan detak jantung menjadi tidak teratur. "Temani dan pantau terus kondisi orang tersebut, hingga bantuan medis tiba," tandasnya. (Ata/H-2)

Baca Juga

DOK BPJS KESEHATAN

Pemerintah Siap Eksekusi Putusan MA Batalkan Kenaikan Iuran JKN

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 April 2020, 11:40 WIB
''Saat ini Pemerintah dan Kementerian terkait dalam proses menindaklanjuti Putusan MA ini dan sedang disusun...
AFP/GERARD JULIEN

Kemenkes: Klorokuin Bukan Obat Malaria

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 04 April 2020, 10:22 WIB
Klorokuin sudah tidak lagi digunakan sebagai obat malaria karena terjadi resistensi terhadap penyakit tersebut. Untuk pengobatan Covid-19...
Istimewa

Pakar Virus Butuh Fatwa tentang Autopsi Korban Covid-19

👤Wisnu AS 🕔Sabtu 04 April 2020, 10:18 WIB
Hal ini dipandang perlu agar para pakar mengetahui lebih pasti tentang virus yang belum ada obatnya...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya