Selasa 14 Januari 2020, 22:03 WIB

Diduga Cemarkan Nama Siwi, Pemilik Akun @digeeembok Diburu

Candra Yuri Nuralam | Megapolitan
Diduga Cemarkan Nama Siwi, Pemilik Akun @digeeembok Diburu

Antara
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus

 

POLISI mencari pemilik akun Twitter @digeeembok atas dugaan pencemaran nama baik pramugari maskapai penerbangan Garuda Indonesia, Siwi Widipurwanti. Tim siber bergerak mencari pemilik akun tersebut.

"Pemilik akunnya masih dalam penyelidikan, nanti akan kita lakukan pemeriksaan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (14/1).

Yusri mengatakan saat ini pihaknya masih mendahulukan pemeriksaan terhadap Siwi terkait kasus dugaan pencemaran nama baik. Siwi sendiri tidak bisa datang saat dipanggil oleh pihak polisi pada Senin (13/1).

"Kita jadwalkan ulang lagi nanti, sekitar 17 Januari, kita sudah koordinasi dengan tim advokasi dan juga yang bersangkutan dan rencana akan hadir," ujar Yusri.

Selain itu, polisi juga sudah melakukan pemanggilan kepada beberapa teman Siwi dan staf Garuda. Yusri mengatakan pemanggilan itu dilakukan untuk mengonfirmasi terkait pekerjaan Siwi di Garuda.

Pramugari Garuda Indonesia, Siwi Widipurwanti. (Dok.Instagram Siwi Widi Purwanti)

Pemilik akun @Digeeembok sebelumnya pernah dilaporkan oleh Vice Presiden Garuda Roni Eka pada 6 Desember 2019. Akun tersebut dilaporkan atas dugaan yang sama.

Siwi Widi melaporkan akun Twitter @digeembok ke Polda Metro Jaya pada 28 Desember 2019 atas dugaan pencemaran nama baik. Siwi mengaku mengalami tekanan akibat isu yang disebarkan oleh akun tersebut. Bahkan tekanan datang saat dirinya bekerja di pesawat sebagai pramugari. (X-15)

Baca juga: Tugas ke Shanghai, Siwi tak Hadiri Pemeriksaan Polisi

Baca juga: Erick Thohir Segera Umumkan Nama Direksi Baru Garuda

Baca juga: Soal Penahanan Penumpang, Dirut Garuda Minta Maaf

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More