Rabu 15 Januari 2020, 05:00 WIB

Pemerintah Siap Gigit Mafia Migas

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Pemerintah Siap Gigit Mafia Migas

(Antara/Bayu Prasetyo)
epala Staf Kepresidenan Moeldoko (kanan) bersama Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (kiri)

 

PEMERINTAH tengah menyiapkan strategi untuk memberantas mafia sektor minyak dan gas yang menyebabkan harga tinggi.

"Presiden selalu menyampaikan bahwa urusan migas harus betul-betul bisa berjalan dengan baik. Beliau sudah sering muncul kata-kata yang begitu keras, saya pikir jangan sampai ke Presidenlah, kalau perlu 'menggigit' ya saya duluan yang menggigit," kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, kemarin.

Moeldoko telah mengundang komisaris utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama membahas sejumlah isu di sektor migas.

Dia mengutarakan arahan Presiden Joko Widodo dalam konteks perbaikan sektor migas. Salah satunya, yakni penurunan harga gas industri yang harus dilakukan.

Moeldoko menegaskan akan mengawal kebijakan Jokowi untuk menurunkan harga migas.

Dua hal yang dibahas Moeldoko bersama Ahok, sapaan Basuki Tjahaja Purnama, yakni soal arahan Presiden untuk menurunkan harga gas industri serta pengelolaan strategi di PT Pertamina.

"Intinya bahwa semua kebijakan Presiden dalam konteks migas ini harus bisa berjalan sebaik-baiknya dan tidak ada sedikit pun yang bisa menghalangi," ujar Moeldoko.

Penyesuaian harga gas untuk industri diperlukan untuk mendorong daya saing Indonesia, baik dari produk yang dihasilkan hingga menarik investor ke dalam negeri.

Adapun Basuki mengatakan bahwa telah dipercaya oleh Moel-doko untuk menjalankan arahan Presiden. Kebijakan strategis telah disiapkan perseroan dan siap segera diimplementasikan.

"Kami sudah ada rumusnya. Nanti silakan tanya ke direktur utama," ucap Basuki.

Yang pasti, lanjut Basuki, Pertamina yakin bahwa langkah mereka akan didukung pemerin-tah.

Serius membenahi

Pengamat energi Fahmy Radhi kepada Media Indonesia menilai pemerintah saat ini benar-benar serius menangani masalah mafia migas.

"Diawali Pak Jokowi marah-marah kepada oknum yang senang impor, bahkan akan menggigit gitu ya. Kemudian juga, Jokowi memerintahkan Kabareskrim untuk mengawal pembangunan kilang. Kemudian juga, itu tadi saya kira pengangkatan Ahok juga dimaksukan untuk memberantas mafia migas di Pertamina," kata dia.

Fahmy mengungkapkan para mafia migas memanfaatkan dua kelemahan. "Yang pertama, kelemahan pengambilan keputusan. Yang itu bisa disuap, bisa dikendalikan. Bisa saja di lingkup pemerintahan dan juga Pertamina," ujar Fahmi.

Yang kedua ialah dengan memanfaatkan tata kelola yang tidak transparan atau dibuat tidak transparan.

" Itu bisa dengan mudah dimanfaatkan mafia migas tadi. Bisa dimanipulasi tadi," lanjutnya.

Untuk mengatasi hal itu, Fahmy menambahkan, pemerintah perlu bekerja ekstra. Pemimpin atau pun pengambil keputusan ha-ruslah orang-orang yang punya integritas.

Di samping itu, juga perlu adanya perbaikan tata kelola perusa-haan-perusahaan yang terlibat seperti Pertamina sebab menurutnya, mafia migas di perusahaan atau pun instansi pemerintah berhubungan dengan mafia migas di luar yang lebih luas lagi.

"Yang ada di dalam itu berhu-bungan dengan mafia-mafia, juga yang ada di luar. Seperti itu secara sistemis," tandasnya. (Van/E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More